Kualitas udara di wilayah Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, terpantau melandai ke kategori ‘Sedang’ dengan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di angka 77 pada Sabtu (1/8/2026) pukul 09.00 WIB. Meski grafik perlahan menurun dibandingkan hari-hari sebelumnya yang nyaris menyentuh level ‘Tidak Sehat’, dominasi partikel beracun Particulate Matter 2.5 (PM2.5) memaksa warga untuk tidak menurunkan kewaspadaan di tengah ancaman kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan pemantauan real-time melalui sistem ISPUnet pagi ini, partikel halus PM2.5 masih kokoh menjadi parameter paling kritis yang mencemari ruang napas perkotaan. Udara pagi di akhir pekan ini dibarengi dengan suhu yang cukup hangat menyentuh 30 derajat Celcius, kelembapan udara 81 persen, serta tekanan udara 1.009 mBar. Kondisi cuaca tersebut rentan mengikat partikel debu mikroskopis sisa pembakaran tetap melayang di atmosfer.
Sementara PM2.5 bertengger di zona biru (77), seluruh parameter polutan lainnya justru berada di zona hijau yang berarti ‘Baik’. Berikut adalah rincian lengkap indikator kualitas udara pagi ini:
- PM2.5 (Parameter Kritis): 77 (Kategori Sedang).
- Sulfur Dioksida (SO2): 50 (Kategori Baik).
- PM10: 42 (Kategori Baik).
- Nitrogen Dioksida (NO2): 10 (Kategori Baik).
- Ozon (O3): 7 (Kategori Baik).
- Karbon Monoksida (CO): 4 (Kategori Baik).
- Hidrokarbon (HC): 0 (Kategori Baik).
Otoritas pemantau lingkungan hidup menyatakan bahwa kondisi atmosfer pada Sabtu pagi ini relatif aman untuk rutinitas publik.
