Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

ISPU Pontianak Tembus Level Berbahaya 797 Asap Pekat Sore Ini Cekik Ruang Napas

Hendrawan
Hendrawan
Selasa, 8 September 2026 · 15:362 menit baca
ISPU Pontianak Tembus Level Berbahaya 797 Asap Pekat Sore Ini Cekik Ruang Napas
Kualitas udara Pontianak masuk level berbahaya setelah ISPU menyentuh rekor 797 imbas kabut asap karhutla pekat, pengendara keluhkan jarak pandang dan sesak napas. (Dok. CakHariy/X)

Langit Kota Pontianak dan sekitarnya kembali diselimuti kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa (8/9/2026) sore, menekan kualitas udara hingga menyentuh level ‘Berbahaya’ dengan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) melambung ekstrem ke angka 797.

Data stasiun pemantau ISPUnet di Pontianak Tenggara pada pukul 14.00 WIB mencatat bahwa partikel debu kasar atau Particulate Matter 10 (PM10) menjadi parameter paling kritis yang mencemari atmosfer kota di tengah suhu udara yang menyengat hingga 34 derajat Celcius. Puncak pencemaran di sore hari ini bukanlah sekadar fenomena cuaca terik biasa, melainkan akumulasi emisi partikulat beracun tingkat tinggi setelah PM10 menyentuh angka 797 dan PM2.5 bertengger di level 430 keduanya berada di dalam grafik hitam pekat. Sementara itu, parameter pencemar lainnya seperti SO2 (14), CO (29), O3 (8), NO2 (6), dan HC (5) masih bertahan di zona hijau.

Menyikapi keterpurukan kualitas udara di level terfatal ini, otoritas pemantau lingkungan hidup mengeluarkan peringatan darurat bagi publik. Melalui catatan resmi pada aplikasi ISPUnet, pemerintah menegaskan urgensi penanganan medis dan perlindungan diri di ruang terbuka.

“Tingkat kualitas udara yang dapat merugikan kesehatan serious pada populasi dan perlu penanganan cepat,” bunyi peringatan resmi pada dasbor pemantauan ISPUnet sore ini.

Udara Kalbar Masuk Zona Hitam, Gubernur Ria Norsan Kumpulkan Kepala Daerah
Baca Juga

Udara Kalbar Masuk Zona Hitam, Gubernur Ria Norsan Kumpulkan Kepala Daerah

Ancaman kabut asap di awal September ini terbukti tidak lagi sebatas deretan statistik pada aplikasi, tetapi telah merenggut keselamatan warga di jalan raya. Andri, salah seorang pengguna jalan di Kota Pontianak, mengungkapkan bahwa ketebalan kabut asap pada Selasa sore telah memperpendek jarak pandang pengendara secara drastis hingga membahayakan lalu lintas. Menurut Andri, paparan asap di sore hari ini terasa jauh lebih menggumpal dan perih di mata dibandingkan hari-hari sebelumnya.

“Jarak pandang sore ini benar-benar terbatas, bahkan kendaraan di depan cuma kelihatan lampu utamanya saja karena kabut asapnya sangat tebal. Bernapas di jalanan rasanya sesak dan mata langsung perih meski sudah pakai helm tertutup,” ujar Andri menggambarkan pekatnya ruang udara perkotaan sore ini.

Kondisi atmosfer yang dinaungi kelembapan 67,29 persen serta tekanan udara 1.010 mBar ini menandaskan bahwa wilayah Kalimantan Barat masih jauh dari kata bebas dari teror karhutla. Selama pembakaran lahan belum dihentikan secara total di wilayah hulu dan pesisir, status ISPU bernilai 797 akan terus membayangi warga Pontianak sebagai ancaman kesehatan yang mematikan.

(Hendrawan)