Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Kemarau Picu Krisis Air di Ambawang, Polres Kubu Raya Kerahkan Truk Meriam Air

Achmad Fatoni
Achmad Fatoni
Senin, 7 September 2026 · 12:562 menit baca
Kemarau Picu Krisis Air di Ambawang, Polres Kubu Raya Kerahkan Truk Meriam Air
Polres Kubu Raya salurkan 6.000 liter bantuan air bersih menggunakan kendaraan meriam air bagi warga terdampak kemarau di kawasan Sungai Ambawang. (Dok. Polres Kubu Raya)

Sebanyak 6.000 liter atau enam ton air bersih disalurkan menggunakan kendaraan taktis meriam air (Armoured Water Cannon) untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak kemarau di kawasan Terminal Tipe A BPTD Kelas II Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Minggu, (6/9/2026).

Penyaluran pasokan air bersih dari fasilitas pengolahan PT Alas Kusuma tersebut menyasar sekitar 150 warga setempat yang mengalami defisit air bersih akibat menyusutnya sumber air tanah selama musim kemarau panjang.

Komitmen kepolisian dalam merespons kesulitan kebutuhan harian warga ditegaskan oleh Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Ade Surdiansyah, mewakili Wakapolres Kubu Raya Andri Syahroni.

“Polri hadir bukan hanya ketika masyarakat membutuhkan rasa aman. Ketika masyarakat menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih, kami juga harus hadir dan mengambil langkah nyata. Air merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda,” kata Ade Surdiansyah, Minggu, (6/9/2026).

Sungai Tabanio Menyusut Akibat Kemarau, Pasokan Air Bersih Bajuin Terancam Berhenti
Baca Juga

Sungai Tabanio Menyusut Akibat Kemarau, Pasokan Air Bersih Bajuin Terancam Berhenti

Pembagian tugas antara personel yang menangani titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan satuan yang menjalankan misi distribusi sosial dipaparkan lebih mendalam dalam keterangannya.

“Kami memahami keterbatasan air bersih sangat dirasakan masyarakat. Air dibutuhkan untuk memasak, mandi, mencuci dan berbagai kebutuhan rumah tangga. Karena itu, di tengah upaya personel kami yang masih berjibaku memadamkan kebakaran di sejumlah lokasi, personel lainnya juga kami kerahkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan air bersih. Bagi kami, kehadiran Polri harus dapat dirasakan secara nyata, baik dalam menjaga masyarakat dari ancaman kebakaran maupun membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban warga,” ujarnya.

Kegiatan di lapangan tersebut turut dikawal langsung oleh jajaran perwira dan bintara operasional, di antaranya Tarmizi, Adang Sutiana, Bambang Hasmiyanto, serta personel Polsek Sungai Ambawang guna mengatur antrean warga yang membawa jeriken dan wadah penampung air. Keberlanjutan aksi tanggap darurat krisis air di wilayah hukum setempat diuraikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

Armada Terbatas dan Waktu Isi 3 Jam, PDAM Pontianak Ungkap Kendala Distribusi Air Bersih
Baca Juga

Armada Terbatas dan Waktu Isi 3 Jam, PDAM Pontianak Ungkap Kendala Distribusi Air Bersih

“Kami tidak ingin masyarakat merasa sendirian ketika menghadapi kesulitan. Kehadiran Polri harus bisa dirasakan manfaatnya. Karena itu, selama masyarakat masih membutuhkan dan kondisi di lapangan memungkinkan, penyaluran air bersih akan terus dilakukan,” ungkapnya.

Instruksi Kapolres Kubu Raya Rensa S. Aktadivia mengenai pelayanan nyata di lapangan ditegaskan kembali sebagai penutup keterangan.

“Ini bukan hanya kegiatan seremonial. Kami akan terus melihat kondisi masyarakat dan melakukan penyaluran sesuai kebutuhan. Perintah Kapolres Kubu Raya adalah agar Polri hadir di tengah masyarakat dan memberikan solusi atas persoalan yang mereka hadapi,” ujar Ade Surdiansyah.

(Tony)