Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Armada Terbatas dan Waktu Isi 3 Jam, PDAM Pontianak Ungkap Kendala Distribusi Air Bersih

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Kamis, 3 September 2026 · 15:523 menit baca
Armada Terbatas dan Waktu Isi 3 Jam, PDAM Pontianak Ungkap Kendala Distribusi Air Bersih
PDAM Tirta Khatulistiwa beberkan kendala distribusi air bersih di Pontianak, mulai keterbatasan armada truk tangki, waktu isi 3 jam, hingga pipa bocor di Kuala Mandor. (Dok. Dayank/Nusantara Post)

Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Kota Pontianak menghadapi kendala keterbatasan armada truk tangki serta durasi pengisian air baku yang memakan waktu hingga tiga jam di tengah lonjakan permintaan air bersih warga saat musim kemarau, Rabu, (2/9/2026).

Hambatan operasional armada tersebut dipaparkan secara langsung oleh Direktur Administrasi dan Keuangan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Agus Darius, pada Rabu sore.

“Kendala yang kami hadapi ya di lapangan… ya kita menghadapi ini sebenarnya sih hanya menjaga ketersediaan air. Artinya kalau kendala-kendala di lapangan tuh hampir ndak ada, cuma mungkin kami terkendala untuk melayani pelanggan, sementara permintaan pelanggan ini sangat banyak, kemudian armada kami ya tersedia ya juga sangat terbatas. Sementara untuk kendalanya kadang-kadang kita mengisi air ke tangki itu butuh waktu sampai dengan dicurahkannya air ke tangki itu 2 sampai 3 jam, baru kita bisa balik lagi mengambil air. Itu kendala kita di lapangan. Sementara sampai hari ini untuk terkait pengantaran distribusi tuh tidak ada kendala, cuma kita hanya butuh proses waktu saja seperti itu,” ujar Agus Darius, Rabu, (2/9/2026).

Selain keterbatasan unit pengangkut, pasokan air baku melalui jaringan perpipaan juga sempat terganggu akibat kerusakan fisik pada titik pipa transmisi utama Waduk Penepat di kawasan Kuala Mandor.

Imbas Intrusi Air Asin, Pemkot Pontianak Siapkan Titik Pengambilan Air Tawar Gratis
Baca Juga

Imbas Intrusi Air Asin, Pemkot Pontianak Siapkan Titik Pengambilan Air Tawar Gratis

“Perkembangan di Waduk Penepat, ya sampai hari ini Waduk Penepat itu kan bisa kita operasikan jam siang gitu ya, setelah air banjir gitu ya, air naik gitu… air pasang seperti itu. Untuk perbaikan-perbaikan pipa di lapangan, ya mudah-mudahan mungkin 3-4 jam ke depan ataupun sore hari sudah bisa kita operasikan. Karena kemarin ada satu titik yang besar adalah di Kuala Mandor, yang sampai tadi malam sudah kita lakukan perbaikan sampai jam 6 pagi, bahkan kita lanjutkan pada siang hari ini,” jelasnya.

Menyikapi berbagai kendala pasokan dan keterbatasan distribusi tersebut, penyaluran air tawar murni diprioritaskan bagi layanan darurat medis di rumah sakit sebelum dialirkan ke pelanggan umum.

“Kita melakukan distribusi air ada di beberapa titik yang paling kita prioritaskan. Kalau untuk air bersih, kita distribusikan ke rumah sakit juga, baik di Rumah Sakit Soedarso maupun di Rumah Sakit Kota Pontianak untuk penggunaan cuci darah. Untuk distribusi air bersih kepada pelanggan-pelanggan atau masyarakat di lapangan, kita lakukan menggunakan tangki ataupun menggunakan kran-kran yang sudah kita sediakan di beberapa booster kita, seperti itu,” tuturnya.

Terkait beban pembiayaan akibat kendala teknis penanganan kemarau, pihak perusahaan menegaskan seluruh pos belanja darurat ditutup menggunakan kas internal melalui skema penyesuaian anggaran.

Sungai Kapuas Asin, Pemkot Pontianak Desak Perbaikan Waduk Penepat Dipercepat
Baca Juga

Sungai Kapuas Asin, Pemkot Pontianak Desak Perbaikan Waduk Penepat Dipercepat

“Kami sementara hari ini masih menggunakan dana PDAM sendiri yang kami anggarkan dalam RKAP Perubahan untuk penanganan air bersih. Jadi tidak menggunakan dana dari luar, sementara masih kami tangani menggunakan dana murni dari PDAM sendiri,” katanya.

Penghitungan total beban finansial operasional untuk pengadaan bahan kimia pengolahan, bahan bakar solar, serta perbaikan kebocoran pipa masih terus berjalan seiring kondisi lapangan yang dinamis.

“Kalau nominalnya sampai hari ini kita belum bisa prediksikan, karena kejadian di lapangan ini kan terus berubah dan berubah terus. Tapi pada akhirnya nanti setelah kita lakukan inventarisasi, baik itu penggunaan bahan kimia, baik itu penggunaan solar, baik itu perbaikan-perbaikan kebocoran di lapangan, nanti kita akan hitung dan nanti kita akan masukkan ke dalam RKAP Perubahan Perumda Tirta Khatulistiwa dalam rangka menangani musim kemarau ini. Kalau nominalnya kami belum bisa prediksi karena kami lebih mengutamakan perbaikan-perbaikan di lapangan terlebih dahulu sambil kita berjalan melakukan hitungan-hitungan,” pungkasnya.

(Dayank Ana)