Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Kota Pontianak menghadapi kendala keterbatasan armada truk tangki serta durasi pengisian air baku yang memakan waktu hingga tiga jam di tengah lonjakan permintaan air bersih warga saat musim kemarau, Rabu, (2/9/2026).
Hambatan operasional armada tersebut dipaparkan secara langsung oleh Direktur Administrasi dan Keuangan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Agus Darius, pada Rabu sore.
“Kendala yang kami hadapi ya di lapangan… ya kita menghadapi ini sebenarnya sih hanya menjaga ketersediaan air. Artinya kalau kendala-kendala di lapangan tuh hampir ndak ada, cuma mungkin kami terkendala untuk melayani pelanggan, sementara permintaan pelanggan ini sangat banyak, kemudian armada kami ya tersedia ya juga sangat terbatas. Sementara untuk kendalanya kadang-kadang kita mengisi air ke tangki itu butuh waktu sampai dengan dicurahkannya air ke tangki itu 2 sampai 3 jam, baru kita bisa balik lagi mengambil air. Itu kendala kita di lapangan. Sementara sampai hari ini untuk terkait pengantaran distribusi tuh tidak ada kendala, cuma kita hanya butuh proses waktu saja seperti itu,” ujar Agus Darius, Rabu, (2/9/2026).
Selain keterbatasan unit pengangkut, pasokan air baku melalui jaringan perpipaan juga sempat terganggu akibat kerusakan fisik pada titik pipa transmisi utama Waduk Penepat di kawasan Kuala Mandor.

