Kementerian Dalam Negeri mendorong Kota Pontianak menjadi daerah percontohan nasional dalam pelaksanaan tata kelola persampahan terpadu melalui Local Service Delivery Program (LSDP), Senin, (31/8/2026).
Kesiapan pasokan bahan baku sampah di Kota Pontianak dinilai telah melampaui syarat minimum nasional dengan capaian produksi mencapai 300 hingga 450 ton per hari. Penetapan target percontohan tata kelola persampahan berkelanjutan tersebut disampaikan oleh Kepala Sub Direktorat Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Amaryadi.
“Pemerintah Kota Pontianak diharapkan dapat menjadi daerah percontohan dengan tata kelola persampahan yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan,” ujarnya dalam kunjungan lapangan di Aula Muis Amin Bapperida Kota Pontianak, Senin, (31/8/2026).
Tingkat ketersediaan pasokan harian sampah di Pontianak yang melebihi batas standar proyek nasional diuraikan lebih lanjut dalam penjelasannya.

