Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kalimantan Barat bersama Pengurus Provinsi Karang Taruna dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyalurkan pasokan air bersih serta air layak minum kepada warga terdampak krisis kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Rabu, (9/9/2026).
Langkah penanganan kemanusiaan tersebut digelar menyusul meluasnya imbas fenomena anomali iklim El Nino dan bencana kabut asap yang memicu kelangkaan serta lonjakan harga air minum di berbagai kawasan pemukiman.
Tekanan keterbatasan pasokan air bersih dinilai menghantam kelompok masyarakat rentan, mencakup ibu hamil, balita, anak-anak, hingga warga lanjut usia yang berdomisili di sekitar kawasan terpapar karhutla.
Tanggung jawab moral elemen mahasiswa dalam merespons krisis kebutuhan pokok publik diuraikan oleh Ketua DPD GMNI Kalimantan Barat, Umam. Keseimbangan antara penyampaian kritik kebijakan dan implementasi langkah taktis di lapangan ditegaskan langsung dalam keterangannya.

