Kepolisian Daerah Kalimantan Barat mendeteksi adanya potensi kerawanan siber berupa gelombang aksi penipuan yang memanfaatkan momen transisi struktural di internal korps bhayangkara. Oknum tidak bertanggung jawab dilaporkan marak menghubungi masyarakat dengan mencatut identitas para pejabat utama kepolisian guna memeras materiil maupun fasilitas tertentu.
Merespons fenomena tersebut, otoritas kepolisian memperingatkan warga di seluruh kluster kabupaten/kota untuk memperketat penyaringan informasi dan tidak langsung menuruti instruksi transaksional sepihak melalui telepon atau aplikasi pesan singkat.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kalbar, Bambang Suharyono, membenarkan adanya indikasi pemanfaatan celah informasi dalam suksesi pergantian kepemimpinan daerah tersebut untuk melancarkan penipuan.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat Kalimantan Barat agar tidak mudah percaya apabila ada pihak yang menghubungi dan mengatasnamakan pejabat Polda Kalbar untuk meminta uang, bantuan, atau fasilitas apa pun. Pastikan terlebih dahulu kebenaran informasi tersebut sebelum mengambil tindakan,” ujar Bambang Suharyono, Selasa (7/7/2026).
