Sel, 18/08/26 · 17.40.54
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Optimalkan Formasi Pegawai, Biro Organisasi Kalbar Luncurkan Klinik Simantap

Memei
Memei
Selasa, 18 Agustus 2026 · 22:472 menit baca
Optimalkan Formasi Pegawai, Biro Organisasi Kalbar Luncurkan Klinik Simantap
Biro Organisasi Setda Kalbar sediakan Klinik Simantap untuk asistensi perangkat daerah dalam memetakan perencanaan kebutuhan ASN, anjab, dan beban kerja. (Dok. HO/TNP)

Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Barat menghadirkan layanan Klinik Simantap guna membantu seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) menyusun peta kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) secara terukur dan presisi, Selasa, (18/8/2026).

Layanan bernama Konsultasi dan Asistensi Informasi Manajemen ASN Bidang Perencanaan Kebutuhan (Simantap) tersebut dirancang untuk membedah analisis jabatan (anjab) serta analisis beban kerja (ABK) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalbar.

Latar belakang pembentukan unit konsultasi yang telah beroperasi selama dua tahun tersebut dipaparkan oleh Kepala Biro Organisasi Setda Kalbar, Dini Eka Wahyuni.

“Klinik Simantap diinisiasi oleh Dina Meutia Sari, selaku Pejabat Fungsional Madya Analis Sumber Daya Manusia Aparatur di Biro Organisasi Setda Kalbar, dengan tujuan membantu perangkat daerah dalam melakukan pemetaan kebutuhan pegawai, terutama yang berkaitan dengan analisis jabatan dan analisis beban kerja,” ujarnya.

Lantik Aspidsus Baru, Kajati Kalbar Tekankan Integritas dan Pemulihan Kerugian Negara
Baca Juga

Lantik Aspidsus Baru, Kajati Kalbar Tekankan Integritas dan Pemulihan Kerugian Negara

Melalui pendampingan ini, instansi teknis difasilitasi dalam menghitung kebutuhan formasi secara riil berbasis tugas, fungsi, beban operasional, kualifikasi pendidikan, serta kompetensi teknis yang dibutuhkan. Fungsi strategis asistensi pemetaan formasi pegawai tersebut dijelaskan lebih lanjut.

“Jadi inovasi ini membantu perangkat daerah untuk melakukan perencanaan kebutuhan ASN tidak sekadar menghitung berapa banyak pegawai yang diperlukan saja,” jelasnya.

Penataan aparatur ditekankan tidak hanya berorientasi pada jumlah kuantitas fisik pegawai, melainkan ketepatan penempatan posisi sesuai keahlian teknis. Kesesuaian kualifikasi dengan formasi jabatan yang tersedia digarisbawahi oleh pihak biro.

Asap Lintas Batas Lumpuhkan 108 Sekolah di Malaysia, Kemenhut Baru Sidak Kesiapan 4 Perusahaan di Kalbar
Baca Juga

Asap Lintas Batas Lumpuhkan 108 Sekolah di Malaysia, Kemenhut Baru Sidak Kesiapan 4 Perusahaan di Kalbar

“Perencanaan kebutuhan ASN tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan jumlah pegawai, tetapi juga harus memastikan kesesuaian antara kebutuhan organisasi dengan kualifikasi, kompetensi, dan jabatan yang tersedia,” ujar Dini.

Penguatan koordinasi antara unit pembina organisasi dengan perangkat kerja daerah menjadi target utama operasional klinik konsultasi. Tujuan perluasan ruang asistensi kelembagaan diuraikan kembali oleh Kepala Biro.

“Kami berupaya memberikan ruang konsultasi dan asistensi agar perangkat daerah dapat menyusun perencanaan kebutuhan ASN secara lebih tepat dan optimal,” katanya.

Integrasi data pemetaan diharapkan mampu membentuk basis data perencanaan kepegawaian yang valid dan sesuai dengan fakta operasional lapangan. Harapan jangka panjang terhadap sistem manajemen kepegawaian daerah disampaikan dalam keterangannya.

“Kami ingin layanan ini tidak sekadar menjadi tempat konsultasi, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun sistem perencanaan kebutuhan ASN yang lebih akurat, terukur, dan sesuai dengan kondisi riil organisasi,” jelasnya.

Langkah pendampingan berkelanjutan ini menjadi instrumen penguatan reformasi birokrasi di lingkup Pemprov Kalbar guna memastikan tata kelola pelayanan publik berjalan lebih cepat, efisien, dan profesional.

(Memei)