Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Pemkab Sintang Usulkan Tambahan 4.000 Unit Bedah Rumah pada 2027

Memei
Memei
Rabu, 28 Oktober 2026 · 08:481 menit baca
Pemkab Sintang Usulkan Tambahan 4.000 Unit Bedah Rumah pada 2027
Pemkab Sintang menyiapkan data usulan tambahan 4.000 unit bedah rumah pada 2027 demi melampaui alokasi kuota tahun sebelumnya. (Dok. Ist)

Pemerintah Kabupaten Sintang menyiapkan data usulan tambahan program bantuan bedah rumah guna memperluas cakupan hunian layak bagi masyarakat pada tahun anggaran 2027. Langkah pengusulan tersebut ditargetkan dapat melampaui alokasi sekitar 4.000 unit rumah yang diterima Sintang pada tahun 2026.

Progres realisasi program bantuan dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) serta tahapan verifikasi lapangan dijelaskan oleh Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sintang, Hendrikus.

“Untuk tahun 2026, Sintang memperoleh alokasi sekitar 4.000 unit bedah rumah. Sebagian besar sudah terealisasi dan terverifikasi, sedangkan pelaksanaan lainnya mulai berjalan secara bertahap,” ujar Hendrikus, seperti dikutip dari Pontianak Post, Selasa, (27/10/2026).

Pemerintah daerah berharap seluruh rangkaian program pada tahun berjalan dapat tuntas tepat waktu sehingga masyarakat penerima manfaat segera merasakan perbaikan kualitas tempat tinggal.

Otorita Ungkap Progres Pembangunan Tahap II Ibu Kota Nusantara
Baca Juga

Otorita Ungkap Progres Pembangunan Tahap II Ibu Kota Nusantara

Persiapan pengumpulan data usulan baru yang bersumber dari laporan desa-desa terkait warga yang masih membutuhkan intervensi perbaikan rumah kini tengah dimatangkan oleh Dinas Perkim Sintang.

Pentingnya kelengkapan data lapangan dalam penyusunan usulan tambahan ke pusat ditekankan lebih lanjut olehnya.

“Kami sedang menyiapkan data dari desa untuk mengusulkan kebutuhan yang belum tertangani tahun ini. Harapannya, pada 2027 Sintang bisa mendapatkan alokasi lebih banyak dari sekitar 4.000 unit yang diterima pada 2026,” kata Hendrikus.

Validitas data di setiap wilayah dipastikan menjadi landasan utama agar distribusi program bantuan perumahan tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.

(Memei)