Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Persiapkan Dunia Kerja Hijau, ILO dan Untan Gelar Lokakarya Transisi Energi bagi Generasi Muda

Hendrawan
Hendrawan
Senin, 28 September 2026 · 15:272 menit baca
Persiapkan Dunia Kerja Hijau, ILO dan Untan Gelar Lokakarya Transisi Energi bagi Generasi Muda
ILO dan Untan gelar lokakarya transisi energi berkeadilan di Pontianak; dorong peningkatan keterampilan generasi muda dan perlindungan sosial pekerja hijau. (Dok. HO/TNP)

Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) bersama Universitas Tanjungpura (Untan) menggelar lokakarya ketenagakerjaan bertajuk “Powering the Future: Challenges and Opportunities in the Era of Energy Transition” di Pontianak, Senin, (28/9/2026).

Forum kemitraan yang berlangsung pada Kamis (24/9/2026) tersebut melibatkan lebih dari 100 mahasiswa, akademisi, instansi pemerintah, dan mitra pembangunan guna mengantisipasi disrupsi pasar kerja di tengah pergeseran Indonesia menuju skema ekonomi rendah karbon.

Urgensi kesiapan perguruan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia berdaya saing dipaparkan oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Untan, Herlan. Kebutuhan adaptasi lulusan terhadap ekosistem industri ramah lingkungan diuraikan dalam keterangannya.

“Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membekali generasi muda tidak hanya dengan pengetahuan, tetapi juga keterampilan, kemampuan berpikir kritis dan pola pikir inovatif yang dibutuhkan untuk menghadapi perubahan dunia kerja,” ujar Herlan, Kamis, (24/9/2026).

Sambangi LPM Warta IAIN Pontianak, PWI Kalbar Tekankan Independensi dan Kontrol Sosial Kampus
Baca Juga

Sambangi LPM Warta IAIN Pontianak, PWI Kalbar Tekankan Independensi dan Kontrol Sosial Kampus

Peluang serapan kerja baru di sektor berkelanjutan ditegaskan agar berbanding lurus dengan perlindungan nasib tenaga kerja.

“Generasi muda juga perlu memahami bahwa transisi ini harus memastikan pekerja dan masyarakat memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan mendapatkan manfaat dari peluang-peluang baru yang tercipta melalui ekonomi yang lebih hijau.”

Agenda ini merupakan bagian dari implementasi proyek Innovation Regions for a Just Energy Transition (IKI-JET) inisiasi ILO, yang memfokuskan pembelajaran empiris transisi tenaga kerja di Sumatra Selatan dan Kalimantan Timur sebagai acuan nasional.

Pentingnya integrasi jaring pengaman sosial dalam transformasi industri disoroti oleh Koordinator Proyek IKI-JET ILO, Muce Mochtar. Keseimbangan antara target penurunan emisi dan hak dasar pekerja ditegaskan dalam paparannya.

Antrean SPBU Mengular di Sintang, HMI Fisip Untan Soroti Kegagalan Distribusi Pertamina
Baca Juga

Antrean SPBU Mengular di Sintang, HMI Fisip Untan Soroti Kegagalan Distribusi Pertamina

“Transisi menuju ekonomi rendah karbon harus berjalan seiring dengan penciptaan pekerjaan layak, pengembangan keterampilan dan perlindungan sosial yang memadai,” ujar Muce Mochtar.

Upaya mitigasi terhadap ancaman pemutusan hubungan kerja serta penurunan pendapatan diuraikan lebih lanjut.

“Pekerja membutuhkan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan baru dan beralih ke sektor-sektor yang sedang berkembang. Namun, mereka juga membutuhkan perlindungan ketika perubahan ekonomi berdampak pada pekerjaan dan pendapatan mereka. Memadukan berbagai elemen ini sangat penting untuk memastikan transisi energi berlangsung secara adil dan inklusif.”

Diskusi teknis lokakarya menghadirkan pakar kehutanan Untan Gusti Hardiansyah serta Konsultan Perlindungan Sosial ILO Christianus Panjaitan, yang membedah korelasi perubahan iklim terhadap kerentanan mata pencarian masyarakat.

Ketua Pelaksana Untan, Ira Patriani, bersama para delegasi menyimpulkan bahwa penguatan vokasi, pelatihan keterampilan hijau (green skills), dan jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi pilar utama agar peralihan energi tidak meninggalkan kelompok pekerja rentan.

(Hendrawan)