Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Kelola SPALD-T Rp1,7 Triliun, Perumda Tirta Khatulistiwa Siapkan Direksi Sanitasi

Roska Putra
Roska Putra
Rabu, 19 Agustus 2026 · 15:472 menit baca
Kelola SPALD-T Rp1,7 Triliun, Perumda Tirta Khatulistiwa Siapkan Direksi Sanitasi
Konferensi pers Kick-off Pembangunan SPALD-T Kota Pontianak oleh Wali Kota Edi Rusdi Kamtono. (Dok. HO/Nusantara Post)

Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa disiapkan menjadi pengelola utama Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) Kota Pontianak yang kini resmi memasuki tahap pekerjaan konstruksi, Rabu (19/8/2026).

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan bahwa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut nantinya akan diperkuat dengan jajaran manajerial khusus untuk mengoperasikan sistem sanitasi kota secara profesional.

“Untuk pengelolaannya nanti oleh Perumda Tirta Khatulistiwa, dengan direktur khusus yang menangani sanitasi,” ungkapnya usai Kick-off Pembangunan SPALD-T Kota Pontianak di Hotel Ibis.

Pembangunan proyek bernilai Rp1,7 triliun dari Kementerian Pekerjaan Umum ini ditargetkan mampu mengolah air limbah domestik hingga 24 ribu meter kubik per hari dengan jangkauan lebih dari 15 ribu sambungan rumah, kantor, maupun tempat usaha hingga tahun 2030.

Pipa Kebocoran Waduk Penepat Rampung Diperbaiki, Pemkot Pontianak Optimalkan Distribusi Air Tawar
Baca Juga

Pipa Kebocoran Waduk Penepat Rampung Diperbaiki, Pemkot Pontianak Optimalkan Distribusi Air Tawar

Integrasi pengelolaan air limbah di bawah Perumda Tirta Khatulistiwa diproyeksikan memberikan dampak besar terhadap peningkatan kualitas sanitasi dan kesehatan lingkungan permukiman di Pontianak.

Plt Direktur Sanitasi Kementerian Pekerjaan Umum Sandhi Eko Bramono menegaskan bahwa pengelolaan sanitasi memiliki hubungan erat dengan perlindungan sumber air baku yang digunakan oleh PDAM.

“Pengolahan limbah akan membunuh mikroorganisme patogen, sehingga tidak lagi menjadi sumber pencemar biologis, baru kemudian dilepas ke sungai,” jelasnya.

Dari segi teknis, pembangunan jaringan pipa primer SPALD-T membentang dari kawasan Nipah Kuning Dalam hingga Martapura dengan menanam pipa pada kedalaman 6 hingga 12 meter menggunakan metode galian terbuka maupun jacking.

Wako Edi Tinjau Kebakaran Ruko di Jalan Barito, Minta Lokasi Segera Diamankan
Baca Juga

Wako Edi Tinjau Kebakaran Ruko di Jalan Barito, Minta Lokasi Segera Diamankan

“Nanti kita akan menanam pipa primer dengan kedalaman antara 6 sampai 12 meter. Kemudian disambungkan dengan pipa sekunder dan tersier yang langsung terhubung ke rumah maupun bangunan,” terang Edi Rusdi Kamtono.

Ia menambahkan bahwa air limbah rumah tangga dari kloset, floor drain, hingga tempat pencucian akan dialirkan secara gravitasi menuju dua Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPALD) di Nipah Kuning dan Martapura.

“Air limbah rumah tangga disedot dan diolah menjadi air yang lebih bersih,” katanya.

Meski demikian, kondisi tanah galian bergambut, muka air tanah, serta terbatasnya ruang di 22 ruas jalan utama seperti Jalan Komyos Sudarso dan Jalan Tanjungpura—menjadi tantangan tersendiri dalam proses konstruksi.

“Ini tantangan dalam pelaksanaan, sehingga bisa menyebabkan permasalahan di lapangan seperti kemacetan dan masalah sosial lainnya,” akui Edi.

Sandhi Eko Bramono turut menggarisbawahi bahwa karakter geografis Pontianak menuntut presisi tinggi saat pengerjaan.

Kalah dari Parit Mayor FC 0-3, PS Perumda TK Terhenti di Penyisihan Bahasan Cup Seri 2
Baca Juga

Kalah dari Parit Mayor FC 0-3, PS Perumda TK Terhenti di Penyisihan Bahasan Cup Seri 2

“Keakuratan konstruksi ini menjadi penting karena pipa air limbah tidak bertekanan, rata-rata mengalir gravitasi. Kepresisian pada waktu konstruksi, termasuk kemiringan pipa, menjadi penting,” pungkas Sandhi.

Guna meminimalisasi kendala, Pemkot Pontianak memastikan seluruh jaringan dipasang pada ruang milik jalan tanpa perlu pembebasan lahan, disertai skema mitigasi kelancaran lalu lintas.

Pemerintah juga membuka kanal pengaduan publik terkait proyek SPALD-T via surel [email protected] serta kontak telepon 0821-877-9464 pada jam kerja.

(Roska)