Jum, 31/07/26 · 04.44.12
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Sekolah Rakyat Pontianak Tampung 270 Anak Kurang Mampu untuk Jenjang SD hingga SMA

Hendrawan
Hendrawan
Jumat, 31 Juli 2026 · 10:232 menit baca
Sekolah Rakyat Pontianak Tampung 270 Anak Kurang Mampu untuk Jenjang SD hingga SMA
Sebanyak 270 anak kurang mampu desil 1 dan 2 di Pontianak resmi mengikuti MPLS Sekolah Rakyat Batu Layang berkonsep asrama dari SD hingga SMA. (Dok. Prokopim Pontianak)

Sebanyak 270 anak dari keluarga kurang mampu di Kota Pontianak mulai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat, Jalan Flora, Kelurahan Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara.

Fasilitas pendidikan berkonsep asrama tersebut menampung masing-masing 90 siswa untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Proses penjaringan peserta didik dilakukan melalui seleksi ketat bersama Kementerian Sosial, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Dinas Pendidikan, serta Dinas Sosial Kota Pontianak.

“Tahun ini ada 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. Totalnya 270 siswa. Semuanya dari Kota Pontianak dan sudah diseleksi beberapa bulan lalu,” ujar Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat membuka MPLS Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027, Kamis, (30/7/2026).

Isi Jabatan Kosong dan Evaluasi, Pemkot Pontianak Rotasi Sejumlah Pejabat
Baca Juga

Isi Jabatan Kosong dan Evaluasi, Pemkot Pontianak Rotasi Sejumlah Pejabat

Kriteria penerimaan siswa diprioritaskan bagi keluarga yang terdata dalam kategori desil 1 dan desil 2 sebagai upaya memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.

“Sesuai harapan Bapak Presiden Prabowo, Sekolah Rakyat ini menampung masyarakat miskin dan sangat miskin. Mereka harus kita muliakan, agar ke depan bisa mengubah kualitas kehidupan, terutama keluarganya,” kata Edi.

Pemeriksaan fisik sarana dan prasarana sekolah mencakup peninjauan aula, rumah ibadah, ruang kelas, hingga gedung asrama di atas lahan seluas 5,7 hektare.

Kirim 113 Personel ke Kayong Utara, Pontianak Targetkan Juara Umum MTQ Kalbar
Baca Juga

Kirim 113 Personel ke Kayong Utara, Pontianak Targetkan Juara Umum MTQ Kalbar

Penyempurnaan infrastruktur pendukung seperti sistem drainase, perbaikan akses jalan, toilet, dan penghijauan kawasan diproyeksikan rampung penuh dalam kurun waktu satu bulan.

“Mudah-mudahan dalam satu bulan terakhir ini semua bisa tuntas dan berfungsi optimal, termasuk penghijauan dan uji fungsi utilitas seperti drainase dan toilet,” ujar Edi.

Proses penyesuaian diri siswa di dalam lingkungan asrama menjadi perhatian utama, khususnya bagi peserta didik tingkat SD yang masih membutuhkan pendampingan emosional.

“Pesan saya, mudah-mudahan mereka betah, sehat, dan bisa bekerja sama dengan orang tua. Terutama yang SD, karena mereka masih anak-anak,” katanya.

Operasional kegiatan belajar mengajar didukung oleh 34 tenaga pendidik yang direkrut melalui jalur seleksi guru kontrak dan tenaga tetap Kementerian Sosial.

“Gurunya sementara direkrut guru kontrak dan ada tenaga tetap. Ada 34 guru, nanti akan terus ditingkatkan dan dilengkapi,” jelas Edi.

Tindak Tegas Karhutla, Pemkot Pontianak Segel Lahan Terbakar di Jalan Perdana Ujung
Baca Juga

Tindak Tegas Karhutla, Pemkot Pontianak Segel Lahan Terbakar di Jalan Perdana Ujung

Sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat, daerah, pengelola asrama, dan masyarakat sekitar diharapkan mampu mencetak generasi berkarakter.

“Mudah-mudahan dengan Sekolah Rakyat ini, anak-anak menjadi harapan masa depan, bisa mengubah kualitas kehidupan keluarganya, dan berprestasi untuk masa depan Indonesia,” pungkas Edi.

(Hendrawan)