Sen, 24/08/26 · 03.19.35
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Tutup Rakorda MUI se-Kalimantan, Edi Kamtono Dorong Kolaborasi Ulama dan Pemerintah

Hendrawan
Hendrawan
Senin, 24 Agustus 2026 · 08:231 menit baca
Tutup Rakorda MUI se-Kalimantan, Edi Kamtono Dorong Kolaborasi Ulama dan Pemerintah
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menutup Rakorda MUI se-Kalimantan 2026, dorong kolaborasi ulama-pemerintah dan ajak doa bersama atasi kabut asap. (Dok. Prokopim Pontianak)

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menutup secara resmi Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Wilayah V se-Kalimantan Tahun 2026 di Hotel Grand Mahkota Pontianak, Minggu, (23/8/2026).

Pertemuan tingkat regional tersebut mempertemukan jajaran pengurus MUI dari lima provinsi, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur, dengan turut dihadiri oleh pimpinan Komisi II DPR RI. Rasa syukur atas kepercayaan menempatkan Kota Pontianak sebagai tuan rumah musyawarah disampaikan oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.

“Atas nama Pemerintah Kota Pontianak, saya merasa tersanjung dan bersyukur diberikan kesempatan untuk menutup kegiatan Rapat Koordinasi Daerah MUI Wilayah V se-Kalimantan Tahun 2026,” ujar Edi Rusdi Kamtono, Minggu, (23/8/2026).

Pentingnya keselarasan langkah antara umara dan ulama ditekankan guna mendukung tata kelola pembagian kewenangan antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten dan kota. Urgensi kemitraan strategis tersebut diuraikan lebih lanjut dalam pidatonya.

ISPU Capai Angka 193, Wali Kota Pontianak Imbau Warga Wajib Pakai Masker
Baca Juga

ISPU Capai Angka 193, Wali Kota Pontianak Imbau Warga Wajib Pakai Masker

“Kita memiliki kewenangan yang terbagi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan para ulama menjadi sangat penting dalam membangun masyarakat dan daerah,” katanya.

Di hadapan delegasi se-Kalimantan, persoalan bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) turut dipaparkan, termasuk langkah darurat meliburkan pembelajaran tatap muka jenjang TK hingga SMP di Pontianak. Permohonan doa bersama untuk pemulihan kondisi udara disampaikan kepada para tokoh agama.

“Kepada seluruh tamu dari berbagai wilayah Kalimantan, kami mohon doa agar Allah segera menurunkan hujan yang berkah, sehingga kondisi kabut asap dapat segera berakhir dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan nyaman,” tuturnya.

Perumusan rekomendasi keumatan yang membawa dampak luas bagi bangsa ditegaskan kembali sebagai penutup agenda musyawarah.

Udara Memburuk Akibat Karhutla, Sekolah di Kota Pontianak Dialihkan Daring
Baca Juga

Udara Memburuk Akibat Karhutla, Sekolah di Kota Pontianak Dialihkan Daring

“Mudah-mudahan kegiatan ini semakin memperkuat tali silaturahmi, memperkuat sinergi antara ulama, umara, dan seluruh elemen masyarakat, serta menghasilkan rekomendasi yang memberikan manfaat bagi umat dan bangsa,” pungkasnya.

(Hendrawan)