Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Tutup Rakorda MUI se-Kalimantan, Edi Kamtono Dorong Kolaborasi Ulama dan Pemerintah

Hendrawan
Hendrawan
Senin, 24 Agustus 2026 · 08:231 menit baca
Tutup Rakorda MUI se-Kalimantan, Edi Kamtono Dorong Kolaborasi Ulama dan Pemerintah
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menutup Rakorda MUI se-Kalimantan 2026, dorong kolaborasi ulama-pemerintah dan ajak doa bersama atasi kabut asap. (Dok. Prokopim Pontianak)

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menutup secara resmi Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Wilayah V se-Kalimantan Tahun 2026 di Hotel Grand Mahkota Pontianak, Minggu, (23/8/2026).

Pertemuan tingkat regional tersebut mempertemukan jajaran pengurus MUI dari lima provinsi, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur, dengan turut dihadiri oleh pimpinan Komisi II DPR RI. Rasa syukur atas kepercayaan menempatkan Kota Pontianak sebagai tuan rumah musyawarah disampaikan oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.

“Atas nama Pemerintah Kota Pontianak, saya merasa tersanjung dan bersyukur diberikan kesempatan untuk menutup kegiatan Rapat Koordinasi Daerah MUI Wilayah V se-Kalimantan Tahun 2026,” ujar Edi Rusdi Kamtono, Minggu, (23/8/2026).

Pentingnya keselarasan langkah antara umara dan ulama ditekankan guna mendukung tata kelola pembagian kewenangan antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten dan kota. Urgensi kemitraan strategis tersebut diuraikan lebih lanjut dalam pidatonya.

Pontianak Diguyur Hujan Lebat Malam Hari Ini, Kualitas Udara Masih di Kategori Tidak Sehat
Baca Juga

Pontianak Diguyur Hujan Lebat Malam Hari Ini, Kualitas Udara Masih di Kategori Tidak Sehat

“Kita memiliki kewenangan yang terbagi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan para ulama menjadi sangat penting dalam membangun masyarakat dan daerah,” katanya.

Di hadapan delegasi se-Kalimantan, persoalan bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) turut dipaparkan, termasuk langkah darurat meliburkan pembelajaran tatap muka jenjang TK hingga SMP di Pontianak. Permohonan doa bersama untuk pemulihan kondisi udara disampaikan kepada para tokoh agama.

“Kepada seluruh tamu dari berbagai wilayah Kalimantan, kami mohon doa agar Allah segera menurunkan hujan yang berkah, sehingga kondisi kabut asap dapat segera berakhir dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan nyaman,” tuturnya.

Perumusan rekomendasi keumatan yang membawa dampak luas bagi bangsa ditegaskan kembali sebagai penutup agenda musyawarah.

Hadiri Harlah Nabi Kongzi 2577, Gubernur Kalbar Ajak Perkuat Toleransi dan Persaudaraan
Baca Juga

Hadiri Harlah Nabi Kongzi 2577, Gubernur Kalbar Ajak Perkuat Toleransi dan Persaudaraan

“Mudah-mudahan kegiatan ini semakin memperkuat tali silaturahmi, memperkuat sinergi antara ulama, umara, dan seluruh elemen masyarakat, serta menghasilkan rekomendasi yang memberikan manfaat bagi umat dan bangsa,” pungkasnya.

(Hendrawan)