Sen, 22/06/26 · 04.05.11
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Selatan

Taman Budaya Kalsel Upayakan Seni Topeng Banjar Masuk Kurikulum Sekolah

Hendrawan
Hendrawan
Senin, 22 Juni 2026 · 09:191 menit baca
Taman Budaya Kalsel Upayakan Seni Topeng Banjar Masuk Kurikulum Sekolah
UPTD Taman Budaya Kalsel berkoordinasi dengan Disdikbud untuk memasukkan kesenian tradisional Topeng Banjar ke dalam kurikulum muatan lokal sekolah demi regenerasi atlet. (Dok. Ist)

Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Taman Budaya Kalimantan Selatan berencana mengintegrasikan kesenian tradisional Topeng Banjar ke dalam instrumen pendidikan formal. Rencana tersebut akan diwujudkan melalui koordinasi bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan untuk mendorong pengenalan seni daerah tersebut dalam kurikulum muatan lokal (mulok) di sekolah.

Langkah strategis ini diproyeksikan sebagai sarana sistematis untuk meregenerasi pelaku seni sekaligus memperkenalkan warisan budaya lokal kepada generasi muda sejak dini.

“Insya Allah kami akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Mudah-mudahan mendapat respons yang baik sehingga Seni Topeng Banjar dapat masuk dalam kurikulum muatan lokal. Dengan demikian, anak-anak di lingkungan pendidikan dapat mengenal dan memahami warisan budaya Banjar ini,” ujar Kepala UPTD Taman Budaya Kalimantan Selatan, Rizal Pahmi, di Banjarmasin, Sabtu (20/6/2026).

Dua Perenang Muda Kalsel Raih Medali di A-Stream Open Water Swimming Bali
Baca Juga

Dua Perenang Muda Kalsel Raih Medali di A-Stream Open Water Swimming Bali

Revitalisasi Tanpa Mengubah Pakem Tradisi
Wacana integrasi ke dunia pendidikan ini mengemuka setelah UPTD Taman Budaya Kalsel sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan Revitalisasi Seni Topeng Banjar pada 19–20 Juni 2026. Agenda kebudayaan yang berlangsung di Banjarmasin tersebut dilaporkan mendapat respons intensif dari masyarakat serta para pencinta seni budaya lokal.

Rizal Pahmi menjelaskan, esensi dari program revitalisasi ini adalah bentuk pembaruan agar eksistensi kesenian tradisional tetap relevan dan mampu berkembang mengikuti dinamika zaman. Kendati demikian, proses pengembangan tersebut ditekankan harus tetap berjalan di atas koridor pakem asli yang diwariskan oleh para pendahulu.

Seni Topeng Banjar dinilai bukan sekadar seni pertunjukan hiburan semata, melainkan bagian integral dari identitas budaya kolektif masyarakat Banjar yang memiliki fungsi edukatif kuat dan mengandung nilai-nilai luhur.

Mantan Kasir Didakwa Tilep Duit Perusahaan Rp7 Miliar Lewat Gaji Fiktif
Baca Juga

Mantan Kasir Didakwa Tilep Duit Perusahaan Rp7 Miliar Lewat Gaji Fiktif

“Tujuan revitalisasi Seni Topeng Banjar ini adalah melakukan pembaruan tanpa menghilangkan pakem warisan terdahulu. Topeng Banjar memiliki nilai sakral sekaligus nilai seni pertunjukan. Kami berharap kesenian ini terus berkembang dan semakin dikenal masyarakat, namun nilai-nilai sakral yang menjadi bagian penting dari tradisi tetap terjaga dengan baik,” pungkas Rizal.

(Hendrawan)