Warga Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mengeluhkan antrean pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite yang mengular hingga berjam-jam di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di tengah paparan kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Selasa, (15/9/2026).

Kondisi antrean kendaraan bermotor terpantau mencapai lebih dari 500 meter sejak pukul 06.00 WIB, bertepatan dengan jam keberangkatan kerja serta sekolah saat kualitas udara berada pada kategori sangat tidak sehat dengan angka Indeks Kualitas Udara (AQI) menyentuh 277. Hambatan aktivitas harian akibat lamanya waktu mengantre bahan bakar diungkapkan oleh salah seorang pekerja swasta di Palangka Raya, Andre (37).
”Tentu saja ini mengganggu jam kerja dan kegiatan warga. Saya sampai izin telat ke kantor waktu itu,” kata Andre, Selasa, (15/9/2026).

