Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Tengah

Manfaatkan Tanaman Gambut, Mahasiswa Universitas Palangka Raya Racik Bedak Dingin Arang Tumih

Memei
Memei
Selasa, 15 September 2026 · 16:551 menit baca
Manfaatkan Tanaman Gambut, Mahasiswa Universitas Palangka Raya Racik Bedak Dingin Arang Tumih
Mahasiswa UPR Palangka Raya ciptakan bedak dingin berbahan arang aktif kayu tumih dan ekstrak daun putat melalui pendanaan riset eksakta Kemendikbudristek. (Dok. Ist)

Tim mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR) meracik formula kosmetik bedak dingin berbahan baku arang aktif kayu tumih dan ekstrak daun putat sebagai produk perawatan wajah berbasis potensi flora lahan gambut, Selasa, (15/9/2026).

Riset formulasi kosmetik tersebut didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui skema Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE).

Tujuan pengujian laboratorium terhadap sediaan kosmetik tradisional diterangkan oleh Ketua Tim Riset Mahasiswa UPR, Anisa Nugraha Heni, di Palangka Raya.

“Penelitian ini berangkat dari upaya mengembangkan bedak dingin tradisional menjadi produk kosmetik fungsional yang memiliki dasar pengujian ilmiah,” kata Anisa, Senin, (14/9/2026).

Cegah Rambatan Lahan Gambut, Dua Perusahaan Bangun Sekat Bakar di Perbatasan Konsesi Ketapang
Baca Juga

Cegah Rambatan Lahan Gambut, Dua Perusahaan Bangun Sekat Bakar di Perbatasan Konsesi Ketapang

Formulasi produk memadukan biomassa kayu tum (Combretocarpus rotundatus) yang diproses menjadi karbon aktif dengan ekstrak daun tanaman putat (Planchonia valida) guna menyatukan daya serap kotoran dan perlindungan kulit. Pemanfaatan arang aktif kayu tumih didasarkan pada karakteristik pori mikronya yang luas dan efektif menyerap sebum berlebih pada pori-pori wajah. Fungsi spesifik masing-masing ekstrak tanaman rawa gambut tersebut dipaparkan lebih lanjut dalam keterangannya.

“Arang aktif kayu tumih kami gunakan sebagai bahan penyerap, sedangkan ekstrak daun putat berperan sebagai sumber senyawa bioaktif yang mendukung fungsi kosmetik,” ucapnya.

Pengembangan produk perawatan kulit ini dikerjakan oleh kolaborasi mahasiswa lintas program studi, yakni Anisa dan Ade Theresia Hutauruk dari Program Studi Fisika, Muhammad Ramadhani dari Farmasi, serta Rumita dari Kimia, di bawah pendampingan dosen pembimbing Made Dirgantara.

Hasil riset bahan alam tersebut dipresentasikan ke dalam sejumlah forum ilmiah seperti SEMIRATA, Seminar Mahasiswa, dan BASISTORA guna memperluas diseminasi data serta uji mutu kosmetik berbahan baku lokal.

(Memei)