Min, 16/08/26 · 19.44.39
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Timur

Haji Isam Tinjau Tambang Tabang Kaltim, Sinyal Kuat Akuisisi 62,2 Persen BYAN

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Minggu, 16 Agustus 2026 · 15:491 menit baca
Haji Isam Tinjau Tambang Tabang Kaltim, Sinyal Kuat Akuisisi 62,2 Persen BYAN
Haji Isam meninjau tambang Tabang di Kutai Kartanegara, Kaltim, perkuat sinyal akuisisi 62,2 persen saham BYAN terintegrasi Balikpapan Coal Terminal. (Dok. Ist)

Peninjauan operasional di area konsesi tambang Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, menjadi sinyal kuat rencana pengusaha nasional Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam mengakuisisi 62,2 persen saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN), Minggu, (16/8/2026).

Konsesi tambang batu bara thermal di Kutai Kartanegara ini merupakan aset inti perseroan yang ditopang infrastruktur terintegrasi hulu-hilir di Kalimantan Timur, mulai dari jalur angkut darat (hauling road), fasilitas pengolahan, hingga jaringan pelabuhan laut dalam Balikpapan Coal Terminal dan sarana transshipment.

Pertemuan di lokasi tambang Kaltim tersebut dihadiri langsung oleh pemilik Jhonlin Group Haji Isam, pemegang saham pengendali PT Bayan Resources Tbk Dato’ Low Tuck Kwong, serta pemilik Republik Korpora Indonesia (RKI) Norman Joesoef bersama jajaran direksi untuk mematangkan konsolidasi aset tambang dan logistik maritim energi, Sabtu, (15/8/2026).

Kasat Polresta Samarinda Diduga Hamili Warga Sipil
Baca Juga

Kasat Polresta Samarinda Diduga Hamili Warga Sipil

Rencana integrasi tambang Tabang dengan kekuatan logistik Jhonlin Group dan armada RKI langsung mengerek kinerja saham perseroan di lantai bursa. Pada perdagangan Jumat, (14/8/2026), harga saham BYAN melonjak 20 persen ke level Rp14.400 dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp480 triliun.

Investor asing turut membukukan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp2,01 miliar pada saham BYAN, dengan total volume transaksi melonjak drastis hingga 1,27 juta lembar senilai Rp17,20 miliar melalui 984 kali transaksi.

Berdasarkan kepemilikan per 31 Juli 2026, porsi saham yang dibidik setara dengan akumulasi kepemilikan Low Tuck Kwong (40,25 persen) dan afiliasinya Elaine Low (22 persen). Apabila akuisisi atas tambang raksasa di Kaltim ini terealisasi, Jhonlin Group diwajibkan menggelar penawaran tender wajib (mandatory tender offer) sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

(Rudi)