Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Utara

Tekan Biaya Logistik Tambang dan Sawit, Pemprov Kaltara Rencanakan Pembangunan Kereta Api

Achmad Fatoni
Achmad Fatoni
Sabtu, 19 September 2026 · 12:272 menit baca
Tekan Biaya Logistik Tambang dan Sawit, Pemprov Kaltara Rencanakan Pembangunan Kereta Api
Pemprov Kaltara dorong proyek jaringan kereta api untuk pangkas biaya logistik tambang dan sawit; Gubernur Zainal A. Paliwang targetkan groundbreaking tahun depan. (Dok. Ist)

Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara mendorong realisasi pembangunan jaringan kereta api logistik guna memangkas ongkos angkut komoditas unggulan serta mengurai beban kerusakan jalan raya, Sabtu, (19/9/2026). Rencana strategis konektivitas transportasi massal tersebut dibahas dalam rapat koordinasi lanjutan Focus Group Discussion (FGD) bersama PT Indonesia Transit Synergy (INTRA) di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Pembangunan jalur rel dirancang untuk mengintegrasikan sentra produksi batu bara dan perkebunan kelapa sawit langsung menuju kawasan industri hingga pelabuhan ekspor. Efisiensi moda transportasi berbasis rel bagi dunia usaha dipaparkan oleh Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang.

“Kereta api bisa menjadi angkutan yang lebih ekonomis untuk membawa komoditas dalam jumlah besar. Biaya transportasi perusahaan juga bisa ditekan,” kata Zainal A. Paliwang, Rabu, (16/9/2026).

Pengalihan beban angkutan berat dari jalan arteri ke koridor rel dinilai mendesak mengingat tingginya volume pengangkutan komoditas tambang dan perkebunan yang selama ini mempercepat kerusakan infrastruktur publik. Dampak positif peralihan sarana distribusi komoditas tersebut diuraikan lebih lanjut dalam penjelasannya.

Perkuat Konektivitas dan Logistik, Gubernur Kaltara Bahas Tindak Lanjut Pembangunan Jaringan Kereta Api
Baca Juga

Perkuat Konektivitas dan Logistik, Gubernur Kaltara Bahas Tindak Lanjut Pembangunan Jaringan Kereta Api

“Kalau batu bara dan sawit bisa diangkut menggunakan kereta api, biaya angkut bisa lebih efisien dan beban jalan raya juga berkurang,” jelasnya.

Langkah percepatan dari tataran kajian teknis menuju tahapan operasional lapangan dituntut segera dirumuskan oleh seluruh pemangku kepentingan perkeretaapian. Komitmen tindak lanjut pascapertemuan ditegaskan dalam pemaparannya.

“Pertemuan ini harus menghasilkan komitmen yang bisa ditindaklanjuti. Kita ingin pembangunan ini benar-benar memberikan manfaat bagi daerah dan dunia usaha,” tegasnya.

Dukungan korporasi swasta di sektor pertambangan dan perkebunan sawit sebagai pengguna jasa utama (offtaker) menjadi kunci utama kelayakan investasi jalur rel tersebut. Target peletakan batu pertama proyek infrastruktur transportasi massal tersebut disuarakan sebagai penutup arahannya.

DPR RI Perjuangkan Kalimantan Utara di RUU Komoditas Strategis
Baca Juga

DPR RI Perjuangkan Kalimantan Utara di RUU Komoditas Strategis

“Harapan kita tahun depan sudah bisa groundbreaking. Untuk mewujudkannya, kita membutuhkan dukungan perusahaan dan sinergi semua pihak,” pungkasnya.

Pemerintah daerah memproyeksikan sistem logistik terpadu berbasis rel ini mampu menopang percepatan hilirisasi industri dan pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan di Kalimantan Utara.

(Tony)