Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara mendorong realisasi pembangunan jaringan kereta api logistik guna memangkas ongkos angkut komoditas unggulan serta mengurai beban kerusakan jalan raya, Sabtu, (19/9/2026). Rencana strategis konektivitas transportasi massal tersebut dibahas dalam rapat koordinasi lanjutan Focus Group Discussion (FGD) bersama PT Indonesia Transit Synergy (INTRA) di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Pembangunan jalur rel dirancang untuk mengintegrasikan sentra produksi batu bara dan perkebunan kelapa sawit langsung menuju kawasan industri hingga pelabuhan ekspor. Efisiensi moda transportasi berbasis rel bagi dunia usaha dipaparkan oleh Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang.
“Kereta api bisa menjadi angkutan yang lebih ekonomis untuk membawa komoditas dalam jumlah besar. Biaya transportasi perusahaan juga bisa ditekan,” kata Zainal A. Paliwang, Rabu, (16/9/2026).
Pengalihan beban angkutan berat dari jalan arteri ke koridor rel dinilai mendesak mengingat tingginya volume pengangkutan komoditas tambang dan perkebunan yang selama ini mempercepat kerusakan infrastruktur publik. Dampak positif peralihan sarana distribusi komoditas tersebut diuraikan lebih lanjut dalam penjelasannya.

