Proyek pembangunan rumah susun (rusun) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, mendekati tahap akhir dengan progres fisik mencapai 85 persen menjelang batas akhir kontrak kerja pada Oktober 2026 mendatang, Sabtu, (12/9/2026).
Pembangunan hunian vertikal tersebut merupakan bagian dari paket kontrak tahun jamak (multi-years contract) periode 2024–2026 yang mencakup lima menara dengan total kapasitas 305 unit hunian.
Perkembangan konstruksi fisik paket hunian vertikal di kawasan ibu kota baru dipaparkan oleh Direktur Jenderal Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Sri Haryati, dalam agenda evaluasi program perumahan di Menara Mandiri II, Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2026).
“Untuk yang rusun kontrak tahun jamak ya, ini IKN, ini realisasi fisiknya sudah 92,63 persen. Jadi insyaallah ini tidak ada permasalahan,” ujarnya, Jumat, (11/9/2026).

