Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Nusantara

Topang Pertumbuhan IKN, Pemkab Penajam Siapkan Kawasan Industri Buluminung Seluas 9.000 Hektare

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Jumat, 18 September 2026 · 10:371 menit baca
Topang Pertumbuhan IKN, Pemkab Penajam Siapkan Kawasan Industri Buluminung Seluas 9.000 Hektare
Topang kebutuhan logistik dan ekonomi IKN, Pemkab Penajam siapkan 9.000 hektare Kawasan Industri Buluminung yang terintegrasi dengan Pelabuhan Benuo Taka. (Dok. Abdul Muzaffar Ambadinedjad/X)

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menyiapkan Kawasan Industri Buluminung (KIB) seluas sekitar 9.000 hektare sebagai sentra ekonomi penunjang terpadu bagi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Rabu, (16/9/2026).

Penyediaan zona hilirisasi industri dan pergudangan logistik ini diselaraskan dengan cetak biru pengembangan tata ruang ibu kota baru agar pertumbuhan ekonomi daerah dapat terakselerasi secara beriringan.

Status KIB sebagai penopang strategis IKN diuraikan oleh Pelaksana Tugas Kepala Bapelitbang Kabupaten Penajam Paser Utara, Ade Rianto Embong Bulan.

“Kawasan Industri Buluminung (KIB) disiapkan untuk menopang IKN,” ujar Ade Rianto Embong Bulan, Rabu, (16/9/2026).

Tinjau Bukit Tengkorak, Kepala BNPB Tegaskan Penanganan Karhutla IKN Prioritas Instruksi Presiden
Baca Juga

Tinjau Bukit Tengkorak, Kepala BNPB Tegaskan Penanganan Karhutla IKN Prioritas Instruksi Presiden

Kepastian hukum atas hamparan kawasan manufaktur tersebut telah diintegrasikan secara resmi ke dalam instrumen kebijakan tata ruang wilayah kabupaten untuk dua dekade mendatang. Payung hukum pemanfaatan zonasi lahan dipaparkan lebih lanjut dalam keterangannya.

“Kawasan Industri Buluminung sudah ditetapkan dalam rencana tata ruang wilayah (RTRW) 2024-2044 kabupaten,” katanya.

Di dalam zonasi terintegrasi tersebut, pemerintah daerah turut menyertakan infrastruktur transportasi laut guna menjamin kelancaran arus bongkar muat rantai pasok industri. Penyertaan aset pelabuhan strategis daerah diterangkan dalam penjelasannya.

“Lahan yang disiapkan itu di dalamnya, termasuk kawasan Pelabuhan Benuo Taka milik pemerintah kabupaten,” tambahnya.

Menkeu Belum Setujui Tambahan Anggaran IKN Rp15,8 Triliun, Pengamat: Prioritaskan Penanganan Bencana
Baca Juga

Menkeu Belum Setujui Tambahan Anggaran IKN Rp15,8 Triliun, Pengamat: Prioritaskan Penanganan Bencana

Sejumlah entitas korporasi telah mencatatkan operasional aktif di area tersebut, antara lain Sagara Grup di sektor pemeliharaan kapal, PT Waskita Karya, serta Pelabuhan Penajam Banua Taka Astra Infra Port East Kalimantan (Eastkal). Arus minat penanam modal baru juga dilaporkan terus bertambah, salah satunya rencana pembangunan pabrik pengolahan logam yang telah merampungkan analisis kesesuaian lokasi tapak.

Pemerintah kabupaten memastikan penataan kawasan industri akan terus disesuaikan dengan kapasitas bentang lahan, keberadaan permukiman warga sekitar, hingga rantai tahapan produksi dengan jaminan kemudahan regulasi perizinan usaha.

(Dayank Ana)