Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Imbas Cuaca Ekstrem dan Karhutla, Pemkot dan DPRD Pontianak Sepakati Perubahan APBD Rp2,156 Triliun

Memei
Memei
Jumat, 18 September 2026 · 13:512 menit baca
Imbas Cuaca Ekstrem dan Karhutla, Pemkot dan DPRD Pontianak Sepakati Perubahan APBD Rp2,156 Triliun
Pemkot dan DPRD Pontianak sepakati Perubahan APBD 2026 sebesar Rp2,156 triliun; fokus pergeseran anggaran untuk penambahan BTT karhutla dan antisipasi cuaca ekstrem. (Dok. Prokopim Pontianak)

Pemerintah Kota Pontianak bersama DPRD Kota Pontianak menyepakati Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dengan total volume mencapai Rp2,156 triliun, Jumat, (18/9/2026).

Persetujuan anggaran melalui rapat paripurna tersebut difokuskan untuk merespons dinamika fiskal daerah serta penanganan darurat bencana cuaca ekstrem dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengepung wilayah kota. Arah pergeseran alokasi pos anggaran belanja diuraikan oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.

“Difokuskan pada pergeseran-pergeseran dan penyempurnaan. Kemudian ada juga yang kita fokuskan untuk penanganan karhutla dan kondisi cuaca,” ujarnya, Jumat, (18/9/2026).

Secara terperinci, struktur Perubahan APBD 2026 menetapkan target pendapatan daerah sebesar Rp2,017 triliun dan belanja daerah sebesar Rp2,136 triliun, sementara penerimaan pembiayaan tercatat Rp138,904 miliar serta pengeluaran pembiayaan sebesar Rp19,270 miliar.

Tangani Bencana Asap, Pemprov Kalbar dan Pusat Siapkan Anggaran Karhutla Rp60 Miliar
Baca Juga

Tangani Bencana Asap, Pemprov Kalbar dan Pusat Siapkan Anggaran Karhutla Rp60 Miliar

Pemerintah daerah memutuskan menambah alokasi dana pada pos Belanja Tidak Terduga (BTT) guna memperluas ruang gerak fiskal dalam mendanai operasi kedaruratan bencana di lapangan. Kebutuhan pos cadangan fiskal darurat diterangkan lebih lanjut dalam penjelasannya.

“Kita ada menambah Belanja Tidak Terduga. Ini untuk mengantisipasi kondisi-kondisi kedaruratan,” katanya.

Kesiapsiagaan penanganan kebakaran lahan turut ditopang oleh suntikan dana siap pakai dari pemerintah pusat senilai sekitar Rp20 miliar yang dialokasikan untuk pemadaman titik api, pengadaan sarana pemadam, hingga jaminan operasional regu penyelamat dan sukarelawan. Rincian peruntukan bantuan logistik lapangan tersebut dipaparkan dalam keterangannya.

“Penanganannya meliputi peralatan, tim, relawan, termasuk pekerjaan yang sudah dilakukan ketika kita melakukan pemadaman api di lapangan,” jelasnya.

Hampir Dua Bulan Karhutla, DPRD Kalbar Gelar RDPU Tahap Pertama Evaluasi Penanganan Bencana
Baca Juga

Hampir Dua Bulan Karhutla, DPRD Kalbar Gelar RDPU Tahap Pertama Evaluasi Penanganan Bencana

Pada sektor kesehatan masyarakat, Pemkot Pontianak menyiagakan fasilitas medis primer serta membagikan masker secara masif guna memitigasi lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat paparan partikulat kabut asap. Kesiapan layanan fasilitas kesehatan bagi warga terdampak polusi dibeberkan dalam keterangannya.

“Kalau kabut asap itu berkaitan dengan kesehatan. Kita ada pembagian masker dan persiapan-persiapan apabila ada warga yang terdampak akibat asap,” katanya.

Kesepakatan regulasi anggaran antara Badan Anggaran DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) diapresiasi sebagai wujud kesamaan visi dalam menjaga stabilitas sosial ekonomi warga. Kemitraan legislatif dan eksekutif tersebut ditegaskan dalam pemaparannya.

“Telah terjadi sinergi yang solid dan komitmen yang kuat antara legislatif dan eksekutif untuk lebih fokus terhadap program dan kegiatan prioritas,” ujarnya.

Optimalisasi penyerapan anggaran diharapkan mampu mempercepat realisasi proyek prioritas daerah sekaligus menghentikan krisis bencana kabut asap. Harapan pemulihan kualitas lingkungan perkotaan ditegaskan kembali sebagai penutup keterangannya.

Hadapi Defisit Lebih Rp1 Triliun, SiLPA Rp900 Miliar Pemprov Kaltim Terikat Beban Wajib
Baca Juga

Hadapi Defisit Lebih Rp1 Triliun, SiLPA Rp900 Miliar Pemprov Kaltim Terikat Beban Wajib

“Semoga kerja keras kita bersama membuahkan hasil, menjadikan langit Pontianak kembali biru, bersih, dan masyarakat kita tetap aman dan bebas asap,” pungkasnya.

(Memei)