Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memperluas cakupan pemantauan udara guna memastikan titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak kembali menyala di sekitar kawasan ibu kota baru, Sabtu, (12/9/2026).
Operasi pemantauan udara tersebut digelar pada Kamis (10/9/2026) menggunakan armada helikopter Caracal H225M TNI AU yang berpangkalan di Pangkalan Udara Dhomber Sepinggan, Balikpapan, dengan melibatkan satuan gabungan dari unsur TNI, Polri, BMKG, BNPB, hingga BIN.
Penyisiran lewat udara diarahkan untuk memvalidasi efektivitas operasi pemadaman darat dan pengeboman air (water bombing) di koridor Jalan Tol Balikpapan–Samarinda KM 31, Wonotirto, Muara Jawa, serta Bukit Tengkorak 1 di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto.
Dinamika lapangan yang memperlihatkan potensi kebakaran susulan di areal yang sempat padam diterangkan oleh Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi, Danis H. Sumadilaga.


