Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Lingkungan

Titik Api Baru Muncul di Kawasan IKN, Patroli Udara dan Pembasahan Lahan Diperluas

Memei
Memei
Jumat, 11 September 2026 · 13:232 menit baca
Titik Api Baru Muncul di Kawasan IKN, Patroli Udara dan Pembasahan Lahan Diperluas
Tim gabungan temukan titik api baru karhutla di IKN saat patroli udara, Otorita IKN catat 552 hektare lahan terbakar dan satgas siapkan penanganan darurat. (Dok. OIKN)

Tim patroli udara gabungan mendeteksi kemunculan kepulan asap dan titik api baru kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah zona deliniasi Ibu Kota Nusantara (IKN), Jumat, (11/9/2026).

Penyisiran udara menggunakan Helikopter Caracal H225M dari Skuadron Udara 8 TNI AU tersebut melibatkan personel terpadu dari Otorita IKN, Polda Kalimantan Timur, Kodam VI/Mulawarman, BNPB, BMKG, hingga Badan Intelijen Negara (BIN).

Operasi pemantauan memetakan sebaran titik api aktif di sepanjang koridor Kilometer 31 Jalan Soekarno-Hatta, kawasan perkebunan sawit Wonotirto dan Muara Jawa, hingga area Bukit Tengkorak di Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto yang sehari sebelumnya dilaporkan nihil asap.

Pentingnya pengawasan berkala di tengah kondisi lapangan yang rentan memicu kebakaran susulan diuraikan oleh Kepala Bidang Humas Polda Kalimantan Timur, Tedy Sopandi.

Otorita Sebut Karhutla Masih Berjarak 40 Km dari Inti IKN, Pemadaman Udara Dikerahkan
Baca Juga

Otorita Sebut Karhutla Masih Berjarak 40 Km dari Inti IKN, Pemadaman Udara Dikerahkan

“Sudah tidak ada asap bukan berarti sudah selesai. Jadi harus secara kontinyu dimonitoring, pengamatan serta langkah tindakan,” ujar Tedy Sopandi dalam keterangannya, Jumat, (11/9/2026).

Titik api juga terpantau di areal vegetasi yang telah terbuka atau ditebang, sehingga aparat gabungan masih melakukan pendalaman faktual di lapangan tanpa menyimpulkan secara tergesa-gesa motif pemicunya.

Data visual dari udara selanjutnya diintegrasikan untuk menentukan skema penanganan darurat melalui pengerahan satuan tugas darat dan operasi pengeboman air (water bombing).

Pembagian intervensi operasional penanggulangan karhutla dipaparkan lebih lanjut dalam penjelasannya.

55 Titik Karhutla Terdeteksi di Kawasan Nusantara, Otorita Pasang Tombol Darurat di KIPP
Baca Juga

55 Titik Karhutla Terdeteksi di Kawasan Nusantara, Otorita Pasang Tombol Darurat di KIPP

“Berdasarkan data monitoring tersebut ada yang bisa dilakukan dari sisi udara dan ada yang bisa dilakukan dari sisi darat,” jelas Tedy.

Berdasarkan data Kedeputian Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN periode 1 hingga 9 September 2026, tercatat sebanyak 275 titik panas (hotspot) di wilayah deliniasi ibu kota baru dengan rincian 9 tingkat rendah, 262 tingkat sedang, dan 4 tingkat tinggi.

Akumulasi insiden pada periode tersebut mencapai 93 kejadian karhutla dengan luas area terbakar menembus 552,24 hektare di beberapa titik strategis, meliputi Kilometer 31 Jalan Soekarno-Hatta, Bukit Merdeka, Bukit Tengkorak, dan Sukaraja.

Masyarakat dan pelaku usaha perkebunan diimbau tidak melakukan pembersihan lahan dengan metode membakar serta proaktif melaporkan setiap kemunculan asap ke pos kepolisian terdekat. Larangan pembakaran lahan gambut dan hutan ditegaskan kembali sebagai penutup imbauannya.

“Polri juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan dan segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api kepada petugas kepolisian maupun unsur terkait,” pungkas Tedy.

(Memei)