Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Nasional

Karhutla Jawa Tengah dan Banjir Bandang Lampung Dominasi Bencana Nasional

Roska Putra
Roska Putra
Rabu, 23 September 2026 · 14:241 menit baca
Karhutla Jawa Tengah dan Banjir Bandang Lampung Dominasi Bencana Nasional
Petugas tim pemadam gabungan menyemprotkan air menggunakan selang untuk memadamkan kebakaran lahan dan vegetasi kering di lereng perbukitan. (Dok. BNPB)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum laporan kejadian bencana di sejumlah daerah pada periode Selasa (22/9/2026) hingga Rabu (23/9/2026) pukul 07.00 WIB.

Dalam periode tersebut, insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mendominasi di Provinsi Jawa Tengah, sementara banjir bandang melanda wilayah Provinsi Lampung.

Di Jawa Tengah, karhutla melanda Kabupaten Klaten pada Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 12.40 WIB dengan total area terbakar mencapai 7,7 hektare.

Kebakaran tersebut tersebar di Desa Drono (Kecamatan Ngawen), Desa Krakitan (Kecamatan Bayat), serta Desa Jambu Kulon dan Desa Dimas (Kecamatan Ceper). Tim gabungan BPBD Kabupaten Klaten telah berhasil memadamkan api dan memastikan lokasi kembali kondusif tanpa ada korban jiwa.

Update Karhutla 22 September: Lampung, Jatim, dan Jateng Masih Berstatus Siaga
Baca Juga

Update Karhutla 22 September: Lampung, Jatim, dan Jateng Masih Berstatus Siaga

Masih di provinsi yang sama, karhutla seluas satu hektare juga membakar Desa Sima, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang pada Selasa (22/9/2026) pukul 15.00 WIB.

Pemadaman dilakukan secara bergotong royong oleh BPBD, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat setempat sehingga api tidak meluas dan tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.

Sementara itu, bencana banjir bandang menerjang Kabupaten Tanggamus, Lampung pada Selasa (22/9/2026) pukul 02.00 WIB.

Peristiwa ini berdampak pada empat desa di Kecamatan Kota Agung Barat (Desa Belu, Negara Batin, Kenyangan, Teba Bunuk) dan dua desa di Kecamatan Sumberejo (Desa Argopeni, Desa Margodadi).

Antisipasi Cuaca Ekstrem, BNPB dan Pemerintah Aceh Susun Rencana Kontinjensi Banjir
Baca Juga

Antisipasi Cuaca Ekstrem, BNPB dan Pemerintah Aceh Susun Rencana Kontinjensi Banjir

Banjir bandang tersebut berdampak pada 150 kepala keluarga (KK) serta merusak 53 rumah, dua fasilitas pendidikan, tiga fasilitas ibadah, 50 hektare lahan perkebunan, lima hektare lahan pertanian, dan satu unit jembatan.

Laporan terbaru BPBD Kabupaten Tanggamus menyatakan genangan air telah surut dan warga terdampak sudah kembali ke rumah masing-masing.

Menanggapi maraknya kejadian karhutla, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah kering untuk memperkuat tindakan pencegahan.

Warga diminta menghindari aktivitas pemicu api, seperti pembakaran lahan, dan segera melapor ke petugas jika menemukan titik api.

(roska)