Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Nasional

Antisipasi Cuaca Ekstrem, BNPB dan Pemerintah Aceh Susun Rencana Kontinjensi Banjir

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Jumat, 18 September 2026 · 14:462 menit baca
Antisipasi Cuaca Ekstrem, BNPB dan Pemerintah Aceh Susun Rencana Kontinjensi Banjir
BNPB perkuat kapasitas BPBA melalui penyusunan rencana kontinjensi banjir dan simulasi gladi posko guna antisipasi ancaman bencana hidrometeorologi di Aceh. (Dok.BPBD Klaten)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat kesiapsiagaan Pemerintah Aceh dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi melalui penyusunan dokumen rencana kontinjensi serta pelaksanaan simulasi gladi pos komando penanganan banjir, Jumat, (18/9/2026).

Peningkatan kapasitas yang dihelat di Banda Aceh pada 15–16 September 2026 tersebut difokuskan untuk mematangkan respons darurat terpadu di bawah kendali Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) guna meminimalkan risiko jatuhnya korban saat puncak musim penghujan tiba.

Pentingnya tata kelola darurat yang terstruktur diuraikan oleh Widyaiswara Ahli Madya BNPB, Apriyuanda G. Bayu Pradana.

“Dengan perencanaan yang baik, penanganan darurat nantinya dapat berjalan secara efektif. Berbagai pemangku kepentingan melakukan tugasnya secara terarah, terterkoordinasi dan terpadu,” ujar Bayu Pradana, Rabu, (16/9/2026).

BNPB Rangkum Penanganan Bencana Nasional: Karhutla Enam Provinsi hingga Pemulihan Gempa NTT
Baca Juga

BNPB Rangkum Penanganan Bencana Nasional: Karhutla Enam Provinsi hingga Pemulihan Gempa NTT

Tingginya kerentanan wilayah Aceh terhadap luapan air dipicu oleh intensitas curah hujan tinggi, bentang aliran sungai yang padat, serta persebaran pemukiman warga di kawasan dataran rendah yang rawan tergenang. Urgensi langkah mitigasi prabencana ditegaskan oleh Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBA, Fazli.

“Kesiapan harus dibangun sejak sebelum kejadian melalui skenario yang jelas, ketersediaan sumber daya, serta pembagian tugas antarpihak,” kata Fazli.

Dokumen rencana kontinjensi banjir tersebut merinci pemetaan analisis risiko, alur evakuasi warga, penyelamatan korban, skema posko kesehatan bergerak, hingga jalur rantai pasok bantuan logistik darurat.

Penerapan dokumen langsung diuji lewat simulasi gladi ruang (table top exercise/TTX) dan gladi pos komando (command post exercise/CPX) yang difasilitasi oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana BNPB.

BNPB Rangkum Bencana Nasional: Longsor Madina Tewaskan Tiga Penambang, Karhutla Hanguskan Puluhan Hektare
Baca Juga

BNPB Rangkum Bencana Nasional: Longsor Madina Tewaskan Tiga Penambang, Karhutla Hanguskan Puluhan Hektare

(Dok. BPBD Kabupaten Polewali Mandar)

Latihan taktis tersebut menyimulasikan skenario banjir besar yang melumpuhkan akses jalan nasional serta merendam Sekolah Rakyat Darussaadah di wilayah Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar.

Dalam skenario lapangan, seluruh unsur komando mulai dari Bidang Sekretariat, Data dan Informasi, Logistik, hingga Tim Reaksi Cepat (TRC) melaksanakan koordinasi terpadu untuk memastikan pasokan informasi situasi berlangsung akurat.

Tujuan pelaksanaan uji petik koordinasi lapangan diterangkan lebih lanjut oleh Widyaiswara Ahli Madya BNPB, Apriyuanda G. Bayu Pradana.

“Menguji efektivitas penerapan sistem komando penanganan darurat bencana (SKPDB),” tambah Bayu.

Latihan terpadu selama dua hari ini melibatkan kolaborasi lintas sektor yang meliputi BPBA, perangkat daerah provinsi dan kota, unsur TNI, Polri, Basarnas, kalangan dunia usaha, relawan kebencanaan, hingga pegiat organisasi nonpemerintah guna memastikan mekanisme rantai komando berjalan tanpa hambatan birokrasi di lapangan.

(Rudi)