Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pemutakhiran data penanganan bencana hidrometeorologi basah, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta percepatan rehabilitasi pascagempa bumi dan tsunami di berbagai wilayah Indonesia, Kamis, (17/9/2026).
Laporan multi-bencana tersebut mencakup banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Barat Daya yang menerjang delapan kecamatan serta 21 desa sejak Rabu (16/9/2026) pukul 15.00 WIB, dengan dampak sementara menimpa 18 kepala keluarga dan 18 unit rumah di bawah penanganan Tim Reaksi Cepat (TRC).

Di sektor bencana terestrial, operasi pemadaman karhutla dilaporkan tuntas di sejumlah wilayah Jawa dan Sulawesi, meliputi Gunung Asu Banyumas seluas 12,8 hektare, Dusun Ngasem Grobogan seluas satu hektare, Desa Suruh dan Gador Trenggalek seluas 2,85 hektare menggunakan teknik sekat bakar dan gepyok, serta Desa Tampanombo Tojo Una-Una seluas satu hektare. Sementara itu, eskalasi karhutla di enam provinsi prioritas masih ditangani secara intensif melalui operasi darat dan pengeboman air (water bombing).
Baca Juga Karhutla Landa Tiga Wilayah, Satu Petugas Pemadam Gugur di Pinrang
Akumulasi kebakaran di Provinsi Riau periode 1 Januari hingga 16 September 2026 tercatat mencapai 20.015,35 hektare dengan penambahan 19,3 hektare baru, sedangkan Jambi mencatat luasan terbakar 3.048,68 hektare di sembilan kabupaten dan dua kota. Di Kalimantan Tengah, sebanyak 6.435 titik panas terpantau dengan taksiran luas indikatif terbakar mencapai 16.010,1 hektare.
Dukungan udara turut diperkuat di Kalimantan Selatan melalui 43 kali sorti pengeboman air dengan total curahan 172.000 liter air hingga Selasa (15/9/2026). Adapun di Kalimantan Barat, luasan lahan terbakar per 16 September 2026 tercatat mencapai 122,9 hektare, dengan rincian 65,6 hektare berhasil dipadamkan dan 57,3 hektare masih dalam penanganan darurat di tengah penurunan kualitas udara akibat polutan partikulat.

Pada penanganan pascagempa bumi dan tsunami di Nusa Tenggara Timur (NTT), sebanyak 2.118 personel relawan dari 271 organisasi telah diterjunkan untuk mengawal masa transisi darurat menuju pemulihan di Kabupaten Ngada selama 90 hari, Ende selama 60 hari, Manggarai Barat selama 30 hari, dan Sikka selama 90 hari.
Baca Juga Tangani 1.737 Titik Panas, BNPB Kerahkan 12 Ribu Personel dan 7 Helikopter di Sumsel
Sektor kesehatan didukung oleh mobilisasi 868 personel Tim Cadangan Kesehatan bersama Emergency Medical Team (EMT) serta pendampingan psikososial anak di tujuh kabupaten terdampak, seiring dibukanya kembali 13 destinasi wisata dan normalisasi pasar rakyat. Layanan administrasi kependudukan di NTT turut dipulihkan lewat pengerahan enam tim Ditjen Dukcapil yang menerbitkan 11.225 dokumen pengganti secara jemput bola dan gratis bagi warga terdampak.
Kewaspadaan masyarakat terhadap potensi ancaman hidrometeorologi lanjutan ditegaskan oleh BNPB dalam keterangan tertulisnya. BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir, longsor, karhutla, kekeringan, serta bencana hidrometeorologi lainnya.
Masyarakat juga diminta terus memantau informasi resmi dari BNPB, BPBD, BMKG, dan pemerintah daerah, serta segera menghubungi aparat setempat apabila mendeteksi potensi bahaya di lingkungannya.
(Rudi)