Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Nasional

Karhutla Landa Tiga Wilayah, Satu Petugas Pemadam Gugur di Pinrang

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Rabu, 16 September 2026 · 10:281 menit baca
Karhutla Landa Tiga Wilayah, Satu Petugas Pemadam Gugur di Pinrang
Bencana karhutla melanda Majene, Pinrang, dan Trenggalek; BNPB konfirmasi satu orang petugas gugur saat memadamkan kebakaran lahan di Kabupaten Pinrang. (Dok. BPBD Kab. Pinrang)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis laporan terkini penanggulangan bencana nasional yang didominasi oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, serta Jawa Timur, Rabu, (16/9/2026).

Rangkaian insiden kebakaran lahan sepanjang Selasa (15/9/2026) hingga Rabu (16/9/2026) tersebut menelan korban jiwa seorang personel lapangan saat bertugas memadamkan kobaran api di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Peristiwa di Kabupaten Pinrang terjadi pada Selasa (15/9/2026) pukul 12.20 WITA di tiga kelurahan lintas kecamatan, yakni Kelurahan Temmassarangnge dan Macinnae di Kecamatan Paleteang, serta Kelurahan Salo di Kecamatan Watang Sawitto.

Seorang petugas pemadam gugur dalam operasi tersebut sebelum kobaran api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada hari yang sama, sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih merampungkan asesmen luasan areal terbakar. Pada hari yang sama di Sulawesi Barat, karhutla melahap sekitar 3 hektare lahan di Desa Rangas, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, dengan operasi pemadaman tim gabungan tanpa laporan korban jiwa.

Sementara di Pulau Jawa, kebakaran menghanguskan vegetasi seluas 3 hektare pada kawasan hutan Perhutani petak 114 C di Dusun Ngrandu, Desa Kendalrejo, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, sebelum dipadamkan oleh regu terpadu BPBD.

Rekapitulasi Bencana BNPB: Karhutla Dominasi Wilayah Jawa dan Sulawesi
Baca Juga

Rekapitulasi Bencana BNPB: Karhutla Dominasi Wilayah Jawa dan Sulawesi

Di samping menangani titik kebakaran di ketiga daerah tersebut, BNPB memusatkan fokus pengamanan operasional pada enam provinsi prioritas bencana kekeringan dan kebakaran gambut.

Berdasarkan analisis kerentanan permukaan tanah hingga 17 September 2026, lapisan tanah atas di sebagian Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, hingga wilayah timur Indonesia terdeteksi berada pada status mudah hingga sangat mudah tersulut api di tengah proyeksi presipitasi curah hujan kategori menengah ke bawah.

Pemerintah daerah dan masyarakat diimbau meningkatkan mitigasi dini guna memangkas paparan asap, menghentikan kebiasaan pembakaran terbuka, serta menghemat penggunaan cadangan air baku rumah tangga selama musim kemarau berlangsung.

(Rudi)