Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Nasional

Tangani 1.737 Titik Panas, BNPB Kerahkan 12 Ribu Personel dan 7 Helikopter di Sumsel

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Rabu, 16 September 2026 · 09:242 menit baca
Tangani 1.737 Titik Panas, BNPB Kerahkan 12 Ribu Personel dan 7 Helikopter di Sumsel
Hadapi 1.737 titik panas, BNPB kerahkan 12.285 personel gabungan dan 7 helikopter water bombing serta perkuat pemadaman karhutla di Sumatera Selatan. (Dok. BNPB)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengerahkan sebanyak 12.285 personel gabungan dan tujuh unit helikopter pengebom air (water bombing) guna memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Selasa, (15/9/2026).

Langkah penanganan dipercepat menyusul terdeteksinya 1.737 titik panas (hotspot) dan 20 titik api aktif (fire spot) dengan estimasi luasan terbakar mencapai 404,22 hektare di wilayah Sumatera Selatan.

Evaluasi taktis penanggulangan bencana dipimpin langsung oleh Kepala BNPB, Suharyanto, setibanya di Posko Utama Satgas Karhutla Kantor BPBD Provinsi Sumatera Selatan, Palembang, usai meninjau lokasi kebakaran di Kalimantan Timur. Urgensi kehadiran otoritas pusat dalam meninjau percepatan operasi pemadaman diuraikan oleh Kepala BNPB, Suharyanto.

“Tadi kami baru mendarat dari kaltim langsung bertolak ke sumsel, ini merupakan bentuk nyata bahwa pemerintah hadir langsung untuk melakukan evaluasi demi percepatan penanganan karhutla disini,” ujar Suharyanto, Selasa, (15/9/2026).

Karhutla Landa Tiga Wilayah, Satu Petugas Pemadam Gugur di Pinrang
Baca Juga

Karhutla Landa Tiga Wilayah, Satu Petugas Pemadam Gugur di Pinrang

Dari total luasan terbakar, tim darat dan armada udara berhasil memadamkan 319,97 hektare terdiri atas 289,97 hektare via satgas darat dan 30 hektare melalui pengeboman air sementara 84,25 hektare sisanya masih dalam penanganan intensif.

Zona prioritas pemadaman dipusatkan pada lima wilayah rawan, yakni Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Muara Enim, Banyuasin, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), serta Kota Palembang. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dilaporkan belum dapat dilaksanakan akibat minimnya pertumbuhan awan hujan di atmosfer, sehingga strategi pemadaman dialihkan pada penambahan 50 tim Masyarakat Peduli Api (MPA) berkekuatan 750 personel cadangan.

Spesifikasi paket alat pemadam standar bagi regu penanganan awal berbasis warga dirinci dalam keterangannya.

“Ini perlengkapan minimal bagi satgas darat, yaitu nozzle pemadam, sepatu boot, jet shooter backpack, selang hantar dan pompa air. Satu regu 15 orang, dibentuk regu2 itu, nanti akan kita dukung perlengkapan ini,” tegas Suharyanto.

Rekapitulasi Bencana BNPB: Karhutla Dominasi Wilayah Jawa dan Sulawesi
Baca Juga

Rekapitulasi Bencana BNPB: Karhutla Dominasi Wilayah Jawa dan Sulawesi

Pada ranah yudisial, penegakan hukum terhadap perorangan maupun pemegang izin konsesi diperketat seiring masuknya puluhan berkas perkara kebakaran lingkungan hidup. Progres penyidikan perkara pembakaran lahan dipaparkan oleh Kapolda Sumatera Selatan, Sandi Nugroho.

“Di Sumsel sudah menerima 47 laporan terkait karhutla, saat ini sudah ditetapkan 39 tersangka. Adapun 16 perusahaan sedang dilakukan penyelidikan terkait karhutla, hingga kini proses hukum masih terus berjalan,” ujar Sandi Nugroho.

Seluruh jajaran pemadam darat diinstruksikan segera memverifikasi setiap laporan kemunculan asap guna mengantisipasi kebakaran merembet ke lapisan gambut dalam.

(Rudi)