BNPB laporkan penanganan karhutla di Sulawesi Tengah, Sulsel, dan Jatim, serta catat satu korban jiwa pascagempa M 6,2 di Parigi Moutong. (Dok. BPBD Kabupaten Toraja Utara)
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis rekapitulasi penanganan bencana periode Minggu, (16/8/2026) hingga Senin, (17/8/2026). Laporan mencatat sejumlah insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur, serta perkembangan penanganan pascagempa bumi Magnitudo 6,2 di Sulawesi Tengah.
Kebakaran lahan pertama melanda areal seluas dua hektare milik warga di Desa Tongku, Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, pada Minggu, (16/8/2026) pukul 10.00 WITA. Api berhasil dipadamkan oleh tim gabungan TRC BPBD, Polsek Tojo, pemerintah kecamatan, aparatur desa, dan warga tanpa korban luka maupun jiwa.
Pada hari yang sama sekitar pukul 14.00 WITA, kebakaran lahan seluas dua hektare terjadi di Kelurahan Pa’paelean, Kecamatan Sanggangi, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Operasi pengendalian api melibatkan personel BPBD Toraja Utara, TNI, Polri, dan unit pemadam kebakaran hingga situasi terkendali pada pukul 17.00 WITA.
Sementara di Jawa Timur, lahan seluas satu hektare di kawasan Perumahan Bukit Royal Kencana, Kelurahan Bulukerto, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan terbakar pada Minggu, (16/8/2026) pukul 15.55 WIB. Kobaran api berhasil disemprot dan dipadamkan oleh BPBD Magetan bersama unsur Damkar, TNI, Polri, serta masyarakat.
Terkait gempa bumi berkekuatan M 6,2 dengan kedalaman 44 kilometer yang mengguncang kawasan barat daya Parigi Moutong pada Sabtu, (15/8/2026) pukul 23.25 WIB, tercatat satu warga meninggal dunia yang diduga akibat serangan jantung saat gempa terjadi. Gempa yang tidak berpotensi tsunami tersebut dirasakan kuat selama 10 hingga 20 detik di Parigi Moutong dan Kota Palu, serta menyebabkan dua kantor pemerintahan terdampak kerusakan. Pencegahan perluasan karhutla dan antisipasi gempa susulan diimbau secara resmi oleh BNPB kepada seluruh lapisan masyarakat.
“Dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan titik api, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada petugas atau pemerintah daerah setempat agar dapat ditangani sedini mungkin,” tulis keterangan resmi BNPB.
(DOk. BPBD Kabupaten Tojo Una-Una)
Tindakan penyelamatan mandiri saat menghadapi guncangan gempa bumi dipaparkan lebih lanjut dalam pedoman keselamatan.
“Sementara dalam menghadapi potensi gempa bumi, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat perlu mengetahui langkah evakuasi dan memastikan lingkungan tempat tinggal maupun bangunan yang digunakan dalam kondisi aman. Apabila terjadi guncangan, segera berlindung di tempat yang aman, melindungi kepala dan tubuh dari benda yang berpotensi jatuh, serta menuju ruang terbuka setelah guncangan berakhir dengan tetap memperhatikan kondisi sekitar,” imbau BNPB.
Pengawasan berkala bersama otoritas kebencanaan daerah ditegaskan sebagai penutup rilis.
“BNPB bersama BPBD dan unsur terkait terus melakukan pemantauan serta penanganan terhadap kejadian bencana di daerah. Masyarakat diimbau mengikuti informasi dan arahan resmi dari BNPB, BPBD, BMKG, Basarnas serta pemerintah daerah dan segera melaporkan kondisi darurat maupun dampak bencana yang membutuhkan penanganan,” pungkas keterangan BNPB.