Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum penanganan serangkaian bencana hidrometeorologi kering di sejumlah daerah, mulai dari pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga penyaluran air bersih akibat kekeringan, Kamis (30/7/2026).
Dampak karhutla terluas dilaporkan terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya. Kebakaran melalap sekitar 24 hektare lahan yang tersebar di lima distrik dan delapan kelurahan sejak Selasa (21/7/2026).
Selain menghanguskan lahan, kobaran api sempat merusakkan tiang listrik hingga memutus aliran listrik ke permukiman warga di Kelurahan Matalamagi sebelum akhirnya berhasil dipadamkan total oleh tim gabungan BPBD, Damkar TNI AD, dan Polresta Sorong.
Selain di Sorong, tim gabungan juga berhasil memadamkan kebakaran lahan seluas 5 hektare di Desa Binuanga, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara, serta 3 hektare lahan jati di Kalurahan Pacarejo, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Seluruh insiden karhutla tersebut dipastikan tidak memakan korban jiwa.
Sementara itu, untuk penanganan dampak kekeringan, BPBD Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, terus mengintensifkan pendistribusian bantuan air bersih bagi 150 kepala keluarga atau sekitar 600 jiwa terdampak di Desa Kedungkumpul, Kecamatan Sarirejo.
Kabupaten Lamongan saat ini masih berada dalam status Siaga Darurat Bencana Kekeringan hingga 31 Oktober 2026.
Menghadapi puncak musim kemarau, BNPB mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta bijak dalam menghemat penggunaan air bersih. Warga juga diminta untuk segera melapor kepada aparat setempat jika menemukan titik api di lingkungan sekitar.
(roska)