Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Nasional

Di Hadapan 11 Ribu Maba UGM, Anies Baswedan Lontarkan Pesan Politis: “Lulus Nanti, Pemerintahan Sudah Ganti”

Hendrawan
Hendrawan
Selasa, 11 Agustus 2026 · 11:042 menit baca
Di Hadapan 11 Ribu Maba UGM, Anies Baswedan Lontarkan Pesan Politis: “Lulus Nanti, Pemerintahan Sudah Ganti”
Sebanyak 11.000 mahasiswa baru UGM ikuti PIONIR 2026. Wagub DIY ingatkan asimilasi budaya, Anies Baswedan soroti siklus ganti pemerintahan. (Dok. Universitas Gajah Mada)

Sedikitnya 11.000 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi memulai masa orientasi PIONIR 2026 di Grha Sabha Pramana, Yogyakarta, Senin (3/8/2026). Di balik gegap gempita pengenalan kampus yang akan berlangsung selama 12 hari ke depan dimulai dari tanggal 3-15 Agustus, belasan ribu mahasiswa tersebut langsung dihadapkan pada dua realitas yang bertolak belakang: tuntutan merawat tradisi lokal dari otoritas setempat, dan ‘sentilan’ tajam mengenai dinamika pergantian kekuasaan dari para pendahulunya.

Dari atas mimbar seremonial, pesan kultural yang kuat dilontarkan oleh Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), KGPAA Paku Alam X. Mewakili Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, ia mewanti-wanti para mahasiswa baru untuk menanggalkan eksklusivitas dan melebur dengan sosiologi masyarakat lokal selama menempuh pendidikan.

“Berbaurlah dengan lingkungan sekitar. Belajarlah mengenai bahasa, tradisi, kesenian, tata krama, serta kehidupan masyarakat di Yogyakarta,” tegas Paku Alam X saat membacakan pesan Sultan di hadapan belasan ribu mahasiswa.

Senada dengan tuntutan kultural tersebut, Rektor UGM Ova Emilia menggarisbawahi tingginya beban moral dan akademik yang dipikul para mahasiswa. Ia mengingatkan bahwa kampus bukan sekadar ruang kebebasan berekspresi, melainkan tempat menunaikan tanggung jawab terhadap keluarga.

Bui Rasa Apartemen: Dugaan Skandal Fasilitas Mewah dan Miras Lapas Kelas II A Cibinong
Baca Juga

Bui Rasa Apartemen: Dugaan Skandal Fasilitas Mewah dan Miras Lapas Kelas II A Cibinong

“Jadilah pribadi yang bertanggung jawab, sebab di pundak adik-adik sekalian ada doa dan harapan orang tua serta keluarga tercinta,” ujar Ova.

Namun, narasi yang lebih bernuansa politis dan provokatif justru datang dari luar tembok Grha Sabha Pramana. Alumnus UGM sekaligus tokoh nasional, Anies Baswedan, melontarkan pandangan yang membedah realitas pasca-kampus.

Alih-alih sekadar memberikan motivasi normatif, Anies meminta mahasiswa untuk memprioritaskan pendidikan dengan dalih siklus kekuasaan politik di Indonesia. Ia memproyeksikan bahwa pada saat mahasiswa angkatan 2026 ini lulus, lanskap pemerintahan dan kebijakan negara kemungkinan besar telah berubah.

Tinjau Lokasi Galodo Solok, Kepala BNPB Instruksikan Percepatan Evakuasi Korban Hilang
Baca Juga

Tinjau Lokasi Galodo Solok, Kepala BNPB Instruksikan Percepatan Evakuasi Korban Hilang

“Kalian kuliah dulu, nanti setelah lulus, Insya Allah pemerintahnya sudah ganti. Pemerintahan kan ada periodenya, ganti periode bisa ganti kebijakan,” ungkap Anies dalam kesempatan terpisah.

Pernyataan tajam tersebut menjadi semacam pengingat bagi mahasiswa baru. Di satu sisi mereka dituntut untuk tunduk pada etika akademik dan kearifan lokal Yogyakarta, namun di sisi lain, mereka secara tidak langsung didesak untuk bersiap menghadapi turbulensi kebijakan yang kerap mengiringi transisi rezim pemerintahan di masa depan.

(Hendrawan)