Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar hingga menyentuh kisaran Rp28.000 hingga Rp30.000 per liter dipastikan tidak mengganggu target penyelesaian pembangunan kawasan yudikatif di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Desember 2027, Minggu, (16/8/2026).
Pembangunan kawasan yudikatif seluas 15,15 hektare tersebut terbagi menjadi dua paket pekerjaan. Paket pertama meliputi pembangunan gedung Mahkamah Agung (MA) seluas 56.413 meter persegi setinggi 7 lantai beserta Plaza Keadilan dengan nilai kontrak Rp1,4 triliun yang kini berprogres 12,5 persen. Paket kedua mencakup gedung Mahkamah Konstitusi (MK) setinggi 8 lantai, gedung Komisi Yudisial (KY) 4 lantai, serta Masjid Kawasan senilai Rp1,65 triliun dengan progres fisik 12,41 persen setelah delapan bulan pengerjaan.
Keluhan pihak kontraktor atas kenaikan harga solar dari kisaran awal Rp12.500 ke angka Rp20.000 hingga Rp30.000 per liter akibat dinamika geopolitik dipaparkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) E-4, Sony Alyssa.
“Memang dari penyedia sempat mengeluh juga terkait kenaikan solar. Ada geopolitik juga kemarin. Ini yang sedang kami dengan pimpinan coba kami diskusikan,” ujar Sony.
