Sel, 18/08/26 · 03.05.19
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nusantara

Kantongi RAPBN Rp6,7 Triliun, Otorita IKN Fokus Tuntaskan Kawasan Yudikatif-Legislatif

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Selasa, 18 Agustus 2026 · 09:212 menit baca
Kantongi RAPBN Rp6,7 Triliun, Otorita IKN Fokus Tuntaskan Kawasan Yudikatif-Legislatif
Otorita IKN dapat pagu RAPBN 2027 Rp6,7 triliun untuk proyek legislatif-yudikatif. Basuki pastikan dana komitmen Rp48 triliun terus dicairkan bertahap. (Dok. OIKN)

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memperoleh alokasi pagu indikatif sebesar Rp6,7 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 untuk melanjutkan percepatan infrastruktur pemerintahan di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Senin, (17/8/2026).

Porsi terbesar dari pendanaan negara tersebut akan diarahkan secara khusus untuk menyelesaikan fasilitas gedung lembaga legislatif dan yudikatif. Rincian pemanfaatan pagu anggaran negara tersebut dipaparkan oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono.

“Dari Rp 6,7 triliun, yang Rp 5,3 triliun itu untuk meneruskan yudikatif-legislatif yang selanjutnya,” ujar Basuki.

Biaya pemeliharaan dan tata kelola kawasan ibu kota ditegaskan berada di luar pagu Rp6,7 triliun, dengan estimasi kebutuhan pengelolaan rutin mencapai Rp500 miliar per tahun menyusul bertambahnya serah terima aset gedung dari kementerian teknis. Kebutuhan biaya operasional dan pemeliharaan gedung pemerintahan di IKN dirinci lebih lanjut.

Prabowo Tak Sebut IKN Dalam Pidato RAPBN 2027 di Senayan, OIKN Angkat Suara
Baca Juga

Prabowo Tak Sebut IKN Dalam Pidato RAPBN 2027 di Senayan, OIKN Angkat Suara

“Apa yang sudah kita lakukan sekarang ini pengelolaannya sekitar Rp 500 sekian miliar setiap tahun. Karena juga ada tambahan aset-aset dari kementerian lainnya, diserahkan kepada Otorita (IKN) yang harus dipelihara. Jadi totalnya sekitar Rp 500 miliar,” ujar Basuki.

Pencairan komitmen total anggaran Rp48 triliun dari Presiden Prabowo Subianto dipastikan terus berjalan secara bertahap sejak 2025 dengan kucuran sekitar Rp10 triliun, disusul alokasi sekitar Rp6 triliun pada 2026. Realisasi pencairan dana pembangunan jangka menengah tersebut dipaparkan secara berkala.

“Sudah, mulai dari tahun kemarin. Tahun kemarin ada Rp 10 triliun, tahun 2025 itu ada Rp 10 triliun koma sekian, tahun 2026 ini sementara ada Rp 6 triliun,” kata Basuki.

Peluang penambahan alokasi kas negara pada tahun anggaran berikutnya turut dibuka oleh otoritas.

Kibar Merah Putih di IKN, Upacara HUT ke-81 RI Diwarnai Solidaritas Duka Warga NTT
Baca Juga

Kibar Merah Putih di IKN, Upacara HUT ke-81 RI Diwarnai Solidaritas Duka Warga NTT

“Nanti akan ada Insya Allah ada tambahan di 2027,” ujarnya.

Pembangunan IKN saat ini bertumpu pada empat skema pembiayaan, yakni APBN, Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), investasi swasta murni, dan hibah. Di sektor swasta, Starbright menanamkan modal Rp1,25 triliun untuk pengembangan apartemen yang telah terpesan lebih dari 100 unit, konsorsium Korea Selatan berkomitmen sekitar Rp2,5 triliun, pengusaha Siswono Yudhosodo menyiapkan kawasan hunian dan lapangan golf seluas 139 hingga 300 hektare di belakang Istana Negara, serta proyek hiburan Indobox ditargetkan beroperasi November 2026 di samping pembukaan lahan restoran Plataran di Sumbu Barat dan pembangunan fasilitas Smart City Center dari hibah Korea Selatan.

(Rudi)