Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Smart & Green City

Dari Kazakhstan, FIABCI Paparkan Cetak Biru Perkotaan IKN Berbasis Human-Centered

Achmad Fatoni
Achmad Fatoni
Minggu, 25 Oktober 2026 · 11:361 menit baca
Dari Kazakhstan, FIABCI Paparkan Cetak Biru Perkotaan IKN Berbasis Human-Centered
Presiden FIABCI Asia-Pasifik (2022–2026) Rusmin Lawin memaparkan konsep tata ruang dan potensi investasi Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam sesi perhelatan CREW ASIA 2026 di Swissôtel Almaty, Kazakhstan, Kamis (22/10/2026). Foto: FIABCI

Presiden Federasi Real Estat Internasional (FIABCI) Asia-Pasifik periode 2022–2026 Rusmin Lawin mempresentasikan potensi investasi serta cetak biru pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam forum properti internasional CREW ASIA 2026 di Swissôtel Almaty, Kazakhstan, Kamis (22/10/2026).

Di hadapan manajer investasi dan perencana kota global, Rusmin menegaskan bahwa IKN dirancang dari sudut pandang kesejahteraan manusia (human-centered) dengan mengusung konsep kemudahan akses mobilitas masyarakat.

“Nusantara dirancang berpusat pada manusia (human-centered) karena keberhasilannya tidak diukur dari seberapa megah gedung pencakar langitnya, melainkan seberapa dekat jarak tempuh berjalan kaki menuju taman, sekolah, dan akses peluang ekonomi,” kata Rusmin Lawin, dilansir dari Investortrust.id.

Cetak biru IKN menerapkan kerangka “Kota 10 Menit”, di mana 80 persen kebutuhan harian warga—seperti fasilitas kesehatan, pendidikan, ruang publik, hingga tempat kerja dapat dijangkau cukup dengan berjalan kaki, bersepeda, atau naik transportasi publik berbasis listrik.

Kepala OIKN Pastikan Karhutla di Kalimantan Timur Tidak Ganggu Pembangunan IKN
Baca Juga

Kepala OIKN Pastikan Karhutla di Kalimantan Timur Tidak Ganggu Pembangunan IKN

Selain mobilitas pejalan kaki, tata ruang IKN mengalokasikan 75 persen dari total wilayah 256.142 hektare sebagai area hijau dan badan air dengan mengadopsi prinsip kota spons (sponge city) guna meredam suhu serta memitigasi risiko banjir.

Rusmin optimistis pendekatan ekologis ini menjadikan IKN sebagai instrumen aset yang menjanjikan (bankable) bagi investor global.

(Toni)