Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Urban

Kadar Garam Air Baku Melonjak, Tiga Instalasi Pengolahan Air PDAM Pontianak Lampaui Ambang Batas Normal

Roska Putra
Roska Putra
Rabu, 28 Oktober 2026 · 17:231 menit baca
Kadar Garam Air Baku Melonjak, Tiga Instalasi Pengolahan Air PDAM Pontianak Lampaui Ambang Batas Normal
Instalasi pipa pengolahan air bersih milik PDAM di Pontianak yang memproses pasokan air baku. (Dok. Nusantara Post/Dayank Ana)

Sebagian besar instalasi pengolahan air (IPA) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pontianak mengalami peningkatan kadar garam di atas ambang batas normal 300 miligram per liter (mg/l) pada Selasa (27/10/2026) pagi.

Berdasarkan data laboratorium SIMPRODIS hingga pukul 08.00 WIB, tiga dari empat IPA tercatat melewati batas normal.

Lonjakan tertinggi terjadi di IPA Nipah Kuning, di mana kadar garam mencapai angka 1.833 mg/l pada pukul 08.00 WIB atau sekitar 6,1 kali lipat dari batas normal. Angka tersebut terus merangkak naik sejak pengukuran pukul 06.30 WIB yang berada di kisaran 1.688 mg/l.

Kondisi serupa juga melanda IPA Selat Panjang dan IPA Imam Bonjol.

Intrusi Air Laut Meluas, Kadar Garam di IPA Nipah Kuning Melonjak Hingga 954 mg/l
Baca Juga

Intrusi Air Laut Meluas, Kadar Garam di IPA Nipah Kuning Melonjak Hingga 954 mg/l

Di IPA Selat Panjang, kadar garam naik menjadi 535 mg/l pada pukul 08.00 WIB. Sementara itu, lonjakan paling mencolok terjadi di IPA Imam Bonjol yang melompat signifikan dari 85 mg/l pada hari sebelumnya menjadi 542 mg/l.

Di sisi lain, IPA Parit Mayor tercatat menjadi satu-satunya lokasi yang masih berada di bawah ambang batas normal, kendati kadarnya tetap mengalami peningkatan dari 100 mg/l pada tengah malam menjadi 223 mg/l pada pukul 08.00 WIB.

Mengingat tingginya kadar garam yang melampaui standar kelayakan tersebut, air dari jaringan distribusi diimbau untuk tidak dikonsumsi.

Data pemantauan saat ini baru mencakup pengukuran hingga pukul 08.00 WIB, sementara penyebab pasti kenaikan kadar garam masih belum dapat dipastikan.

(roska)