Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Antisipasi Hujan dan Pasang Kapuas, Pemkot Pontianak Keruk Parit Tokaya

Memei
Memei
Sabtu, 10 Oktober 2026 · 00:422 menit baca
Antisipasi Hujan dan Pasang Kapuas, Pemkot Pontianak Keruk Parit Tokaya
Antisipasi hujan lebat dan pasang Sungai Kapuas, Pemkot Pontianak keruk Parit Tokaya dan tambah dua pompa besar guna percepat surutnya genangan air. (Dok. Prokopim Pontianak)

Pemerintah Kota Pontianak mempercepat normalisasi berkala saluran drainase primer, sekunder, dan tersier guna meminimalkan risiko genangan air saat hujan lebat bertepatan dengan pasang Sungai Kapuas, Jumat, (9/10/2026). Pengerukan sedimentasi lumpur tersebut dipusatkan di Parit Tokaya, salah satu saluran primer utama yang membelah wilayah permukiman padat di Pontianak Selatan dan kawasan Kota Baru.

Urgensi pemeliharaan rutin di saluran pengendali banjir tersebut ditegaskan oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, saat memantau pengerjaan pengerukan di lapangan. Kondisi pendangkalan dasar saluran diterangkan dalam penjelasannya.

“Parit Tokaya ini salah satu saluran primer utama. Setiap tahun terjadi pendangkalan, sehingga kita lakukan pengerukan baik menggunakan ekskavator amfibi maupun secara manual,” ujarnya, Jumat, (9/10/2026).

Masuki Musim Penghujan, Pemprov Kalbar Petakan 559 Desa Rawan Bencana Hidrometeorologi
Baca Juga

Masuki Musim Penghujan, Pemprov Kalbar Petakan 559 Desa Rawan Bencana Hidrometeorologi

Selain mengoperasikan alat berat jenis ekskavator amfibi, pemerintah daerah mendatangkan dua unit mesin pompa air berkapasitas besar untuk menyedot genangan di titik-titik rawan genang ketika debit sungai menahan laju pembuangan alami. Fungsi penambahan unit pompa mekanis tersebut diuraikan dalam keterangannya.

“Kalau hujan bersamaan dengan air pasang, aliran dari parit menuju Sungai Kapuas menjadi lebih lambat. Pompa ini kita gunakan untuk membantu menarik air dari kawasan yang masih tergenang supaya lebih cepat kering,” jelasnya.

Tantangan teknis pengelolaan tata air di wilayah perkotaan tidak lepas dari kontur tanah yang sangat landai, sehingga gravitasi aliran air buangan sepenuhnya dipengaruhi oleh dinamika pasang surut permukaan muara sungai. Karakteristik geografis dataran kota dijabarkan dalam pemaparannya.

“Pontianak ini relatif datar. Jadi ketika Sungai Kapuas sedang pasang dan debitnya tinggi, air dari parit-parit akan lebih lambat mengalir. Ketika surut, alirannya akan lebih cepat menuju sungai,” katanya.

Tinjau Gotong Royong Pelabuhan Rakyat, Wawako Bahasan Minta Jembatan Rusak Segera Diperbaiki
Baca Juga

Tinjau Gotong Royong Pelabuhan Rakyat, Wawako Bahasan Minta Jembatan Rusak Segera Diperbaiki

Upaya memperluas penampang basah saluran drainase kerap terbentur keterbatasan sempadan lahan akibat padatnya permukiman dan bangunan permanen di bantaran parit. Hambatan pelebaran dimensi parit diakui dalam penjelasannya.

“Kalau ingin melebarkan penampang, kita terkendala lahan. Di kanan-kiri saluran sudah cukup padat. Jadi penanganannya harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing kawasan,” jelas Edi Rusdi Kamtono.

Selain keterbatasan ruang dan pengerahan pompa bergerak (mobile pump), perilaku pembuangan sampah domestik ke badan air disoroti sebagai faktor utama yang kerap menyumbat gorong-gorong serta tali air permukiman. Dampak buruk sumbatan sampah ditegaskan dalam pemaparannya.

“Kuncinya juga masyarakat jangan membuang sampah ke parit. Pemerintah melakukan normalisasi, tetapi kalau salurannya kembali tersumbat sampah, tentu fungsinya tidak maksimal,” tegasnya.

Pengawasan lapangan dipastikan terus diperketat di sepanjang saluran air kota agar hambatan aliran dapat segera ditangani sebelum memasuki periode puncak musim hujan. Instruksi pengawasan saluran ditekankan sebagai penutup pernyataannya.

Hadapi Musim Hujan, Gubernur Kalbar Ria Norsan Ingatkan Ancaman Cuaca Ekstrem
Baca Juga

Hadapi Musim Hujan, Gubernur Kalbar Ria Norsan Ingatkan Ancaman Cuaca Ekstrem

“Setelah ini kita akan terus berkeliling dan memantau. Saya minta jangan sampai ada lagi sumbatan-sumbatan yang mengganggu jalannya air. Penanganan genangan ini menjadi prioritas dan harus dilakukan terus-menerus,” pungkasnya.

Pemerintah Kota Pontianak menyiagakan petugas drainase untuk melakukan pemantauan dan pembersihan sumbatan secara bergilir guna menjaga keandalan fungsi parit kota dalam menampung limpasan air hujan.

(Memei)