Kam, 02/07/26 · 15.25.49
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Bidik Investasi Nasional, Pemkot Pontianak Pamerkan Kerajinan Unik di Medan

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Kamis, 2 Juli 2026 · 18:282 menit baca
Bidik Investasi Nasional, Pemkot Pontianak Pamerkan Kerajinan Unik di Medan
Pemkot Pontianak mempromosikan kerajinan akar keladi air pada Indonesia City Expo (ICE) 2026 di Medan guna menarik investasi dan memperluas pasar UMKM. (Dok. Prokopim Pontianak)

Pemerintah Kota Pontianak memanfaatkan momentum Indonesia City Expo (ICE) 2026 di Kota Medan, Sumatra Utara, sebagai instrumen taktis untuk menarik investasi sekaligus memperluas jaringan pasar bagi produk ekonomi kreatif lokal. Pameran berskala nasional ini merupakan bagian dari rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi).

Langkah promosi luar daerah ini dinilai krusial untuk memperkenalkan keunggulan komparatif Pontianak langsung kepada pelaku usaha dari berbagai wilayah di Indonesia. Pemerintah daerah berharap paparan potensi kota yang konsisten dapat menstimulasi pertumbuhan kerja sama ekonomi jangka panjang bagi para perajin lokal.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyatakan bahwa ajang ICE 2026 merupakan peluang strategis untuk membangun jejaring bisnis dengan dunia usaha nasional maupun korporasi lintas daerah.

“Kita ingin potensi Kota Pontianak semakin dikenal luas. Ketika investasi bertambah, UMKM berkembang, dan kerja sama antar daerah semakin kuat, manfaatnya akan kembali kepada masyarakat melalui tumbuhnya perekonomian dan meningkatnya kesejahteraan,” ujar Edi Rusdi Kamtono saat meninjau stan pameran, Rabu (1/1/2026).

BMKG Prediksi El Nino Bertahan Hingga 2027, Pemkot Pontianak Perketat Patroli Lahan Gambut
Baca Juga

BMKG Prediksi El Nino Bertahan Hingga 2027, Pemkot Pontianak Perketat Patroli Lahan Gambut

Selain berfungsi sebagai etalase komoditas daerah, Edi menilai forum ini menjadi ruang studi banding antar-pemerintah kota terkait pembaruan sistem pelayanan publik, akselerasi transformasi digital, hingga metodologi pengelolaan lingkungan perkotaan. Evaluasi inovasi dari kota lain tersebut ditargetkan dapat diadopsi untuk mempermudah layanan birokrasi di Pontianak.

Edi menggarisbawahi bahwa tolok ukur keberhasilan keikutsertaan daerah dalam pameran nasional ini berada pada dampak ekonomi riil pasca-acara, bukan sekadar pada tampilan fisik stan.

“Ketika produk lokal semakin diminati, investasi mulai berdatangan, dan inovasi pelayanan terus berkembang, di situlah sebuah pameran menjadi awal lahirnya peluang baru bagi Kota Pontianak dan warganya,” tambah Edi.

Kerajinan Akar Keladi Air Jadi Komoditas Unggulan
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie, menjelaskan bahwa pada ajang ICE 2026 kali ini, pihaknya secara khusus memboyong perajin akar keladi air untuk mendemonstrasikan proses produksi secara langsung di hadapan para pengunjung pameran.

Hari Berkabung Daerah, Wali Kota Pontianak Minta Sejarah Peristiwa Mandor Dirawat
Baca Juga

Hari Berkabung Daerah, Wali Kota Pontianak Minta Sejarah Peristiwa Mandor Dirawat

“Pengunjung dapat melihat langsung bagaimana pembuatan produk dari keladi air di stand Kota Pontianak sembari menikmati Kopi khas Pontianak dan makanan ringan ketika berkunjung di stan Kota Pontianak,“ kata Yanieta Arbiastutie.

Pihak Dekranasda menargetkan seluruh komoditas kerajinan yang dibawa ke Kota Medan dapat terserap pasar secara penuh guna memicu produktivitas para perajin di daerah asal.

Melihat tingginya volume kunjungan pada pembukaan pameran, Yanieta optimistis kualitas produk kerajinan Pontianak mampu bersaing secara kompetitif dan membuka peluang kontrak pembelian berulang (repeat order) dari para buyer luar pulau.

“Jika melihat antusias pengunjung yang hadir pada even ICE 2026 saya meyakini bahwa produk Kota Pontianak akan semakin digemari sehingga peluang repeat order semakin terbuka luas,” pungkas Yanieta.

(Dayank Ana)