Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Utara

BPBD Kaltara Uji Rencana Kontinjensi Karhutla dan Banjir lewat Simulasi Ruang

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Jumat, 9 Oktober 2026 · 16:512 menit baca
BPBD Kaltara Uji Rencana Kontinjensi Karhutla dan Banjir lewat Simulasi Ruang
Peserta simulasi ruang (tabletop exercise) penanganan karhutla dan banjir di Ruang Command Center BPBD Kaltara, Tanjung Selor, Kamis (8/10/2026). (Dok. BPBD Kaltara)

\Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar simulasi ruang atau tabletop exercise (TTX) penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta banjir, Kamis (8/10/2026).

Kegiatan di Ruang Command Center BPBD Kaltara itu melibatkan BPBD, TNI, Polri, BMKG, Basarnas, perangkat daerah, dan pemangku kepentingan lain.

Simulasi bertujuan menguji kesiapan para pihak menjalankan rencana penanganan bencana, sekaligus menyamakan pemahaman tentang tugas, peran, dan pola koordinasi masing-masing.

Sekretaris BPBD Kaltara Denny Yusdianto mengatakan TTX digunakan untuk menguji dokumen Rencana Kontinjensi (Renkon), yaitu rencana yang disusun sebelum bencana terjadi sebagai panduan pemerintah dan pihak terkait saat kondisi darurat.

Uji Kesiapan Hadapi Karhutla dan Banjir, BPBD Kaltara Gelar Simulasi Penanganan Darurat
Baca Juga

Uji Kesiapan Hadapi Karhutla dan Banjir, BPBD Kaltara Gelar Simulasi Penanganan Darurat

“Simulasi ruang ini, atau istilahnya tabletop exercise, adalah upaya kita untuk menguji dokumen rencana kontinjensi yang sudah disahkan. Dokumen ini berisi skenario penanganan darurat saat bencana terjadi, mulai dari mobilisasi bantuan hingga penentuan titik dan ruang evakuasi bagi masyarakat,” ujar Denny.

Dalam simulasi, setiap unsur menjalankan peran sesuai tanggung jawabnya, dan koordinasi antarlembaga diuji agar penanganan di lapangan dapat berlangsung cepat dan terarah.

“Di sini kita berbagi peran dan menyinkronkan koordinasi antarlembaga. Tujuan akhirnya, ketika kita harus turun melakukan penanganan darurat di lapangan, seluruh unsur sudah berada dalam satu komando dan satu jalur koordinasi yang solid,” jelas Denny.

Denny menyebut karhutla dan banjir sebagai dua jenis bencana yang menjadi perhatian utama di Kaltara, sehingga penyusunan dan pengujian Renkon untuk keduanya menjadi fokus simulasi.

BMKG Deteksi Enam Titik Panas di Kaltara, Terbanyak Berada di Nunukan
Baca Juga

BMKG Deteksi Enam Titik Panas di Kaltara, Terbanyak Berada di Nunukan

Menurut dia, penanganan karhutla selama ini melibatkan BPPD provinsi dan kabupaten/kota, TNI, Polri, dan unsur lain, dan koordinasi itu diperkuat dengan penetapan status keadaan darurat bencana oleh Gubernur Kaltara pada Juli lalu.

“Penanganan karhutla di Kalimantan Utara sangat terkoordinasi dengan baik, rapi, serta bersinergi secara positif bersama seluruh BPBD kabupaten/kota, TNI, Polri, dan unsur Pentahelix,” katanya.

Denny menyatakan simulasi perlu digelar berkala agar rencana tetap sesuai kondisi lapangan.

“Meskipun kegiatan serupa pernah dilaksanakan sebelumnya, simulasi ini perlu terus diperbarui mengikuti dinamika kondisi di lapangan agar kesiapsiagaan kita tetap optimal,” tutupnya.

BPBD Kaltara berharap kegiatan ini memperkuat koordinasi antarlembaga, meningkatkan kesiapan personel, dan mempercepat penanganan karhutla serta banjir saat terjadi.

(Dayank Ana)