Min, 28/06/26 · 08.22.24
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Edi Kamtono Didapuk Jadi Ketua HKTI Kota Pontianak, Dorong Konsep Urban Farming

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Minggu, 28 Juni 2026 · 12:452 menit baca
Edi Kamtono Didapuk Jadi Ketua HKTI Kota Pontianak, Dorong Konsep Urban Farming
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono dilantik sebagai Ketua HKTI Kota Pontianak oleh Sekjen HKTI Abdul Kadir Karding di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Sabtu (27/6/2026). (Dok. HO/TNP)

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono resmi didapuk sebagai Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kota Pontianak. Pelantikan dilakukan Sekretaris Jenderal HKTI Abdul Kadir Karding di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Sabtu (27/6/2026), menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dalam mendukung sektor pertanian perkotaan, ketahanan pangan, serta pemberdayaan petani di Kota Pontianak.

Edi menegaskan bahwa meskipun Pontianak dikenal sebagai kota jasa dan perdagangan, sektor pertanian tetap memiliki ruang strategis bagi ketersediaan pangan dan ekonomi masyarakat.

“Pontianak memang bukan daerah dengan lahan pertanian yang luas. Tetapi pertanian perkotaan tetap penting, terutama untuk mendukung ketahanan pangan, pemanfaatan lahan terbatas, dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Edi menjelaskan bahwa tantangan pertanian di Pontianak cukup berbeda dibandingkan daerah lain luas wilayah yang terbatas, perkembangan permukiman, serta karakter lahan gambut menuntut pengelolaan sektor pertanian yang lebih inovatif dan adaptif. Menurutnya, pertanian di Pontianak tidak bisa hanya bertumpu pada pola konvensional.

Kejar Swasembada Beras, Pemprov Kaltim Usul Cetak 13.000 Hektare Sawah Baru
Baca Juga

Kejar Swasembada Beras, Pemprov Kaltim Usul Cetak 13.000 Hektare Sawah Baru

“Kita harus melihat pertanian ini secara lebih luas. Tidak hanya sawah atau lahan besar, tetapi juga bagaimana memanfaatkan pekarangan, lahan sempit, dan teknologi pertanian yang lebih efisien,” katanya.

Pengembangan pertanian diarahkan pada konsep urban farming, pemanfaatan pekarangan, hidroponik, pertanian organik, serta komoditas yang sesuai dengan karakter kota.

“Yang terpenting setelah pelantikan ini adalah kerja nyata. Bagaimana HKTI hadir memberi manfaat, memperkuat petani, dan ikut menjaga ketahanan pangan di Kota Pontianak,” pungkas Edi.

Dalam arahannya, Sekretaris Jenderal HKTI Abdul Kadir Karding menegaskan pentingnya regenerasi petani sebagai agenda besar organisasi. Ia menilai sektor pertanian harus mampu menarik minat generasi muda agar profesi petani tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan menjadi pekerjaan yang membanggakan dan menjanjikan.

DPM Untan Gelar Sekolah Legislatif, 112 Mahasiswa dari 12 Kampus se-Kalimantan Barat Ikut Serta
Baca Juga

DPM Untan Gelar Sekolah Legislatif, 112 Mahasiswa dari 12 Kampus se-Kalimantan Barat Ikut Serta

Karding mencontohkan Jepang, di mana anak-anak muda terlibat dalam pertanian dengan penghasilan yang baik.

“Kita ingin punya petani-petani anak muda. Di Jepang dan beberapa tempat lain, anak-anak muda jadi petani dan penghasilannya banyak. Mereka bisa kaya dari bertani. Ini tugas kita, kaderisasi,” katanya.

Karding menilai kehadiran kepala daerah, baik bupati maupun wali kota, sebagai ketua HKTI di daerah menjadi peluang strategis untuk memperkuat gerakan regenerasi petani. Dengan dukungan pemerintah daerah, program tersebut diharapkan bisa lebih nyata dan menyentuh langsung kelompok tani di lapangan.

Selain regenerasi, Karding juga menekankan peran HKTI sebagai mitra strategis pemerintah dalam melakukan advokasi terhadap petani baik dalam bentuk masukan kebijakan maupun pendampingan terhadap berbagai persoalan yang dihadapi petani di lapangan.

“HKTI harus menjadi kelompok yang melakukan advokasi terhadap petani. Advokasi dalam bentuk kebijakan, maupun pendampingan terhadap masalah-masalah yang dihadapi petani,” tutupnya.

(Rudi)