Min, 28/06/26 · 07.13.23
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nusantara

Ekonomi Penajam Paser Utara Tumbuh 19,9 Persen, Tertinggi se-Kalimantan Timur Imbas Pembangunan IKN

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Minggu, 28 Juni 2026 · 12:102 menit baca
Ekonomi Penajam Paser Utara Tumbuh 19,9 Persen, Tertinggi se-Kalimantan Timur Imbas Pembangunan IKN
Narasumber memaparkan materi “IKN adalah Mesin Ekonomi Jika Ramai Aktivitasnya Dibangun” dalam Seminar Jumat Belajar di Kantor Balai Kota Otorita IKN, Jumat (26/6/2026). (Dok. OIKN)

Dampak nyata pembangunan Ibu Kota Nusantara terhadap ekonomi wilayah sekitarnya mulai terungkap dalam data. Kabupaten Penajam Paser Utara mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 19,9 persen jauh lebih tinggi dan signifikan dibanding kabupaten/kota lain di Kalimantan Timur. Provinsi Kalimantan Timur sendiri tumbuh 3,7 persen, juga lebih tinggi dibanding provinsi lain di Pulau Kalimantan.

Data ini dipaparkan dalam Seminar Jumat Belajar bertema “Kupas Tuntas Dampak Ekonomi IKN!” yang digelar secara hybrid di Kantor Balai Kota Otorita IKN, Jumat (26/6/2026).

Forum ini diikuti lebih dari 200 peserta dari Insan Otorita IKN, Bank Indonesia, Kementerian PPN/Bappenas, Badan Pusat Statistik RI, serta perwakilan Himpunan Bank Negara di Nusantara.

Deputi Bidang Perencanaan dan Pertanahan Otorita IKN, Mia Amalia, menegaskan bahwa kajian dampak ekonomi ini dirancang komprehensif tidak berhenti di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan saja, melainkan menjangkau hingga skala Kalimantan Timur dan Pulau Kalimantan.

Otorita IKN Edukasi Gaya Hidup Rendah Emisi Lewat Kampanye Jalan Sehat di Nusantara
Baca Juga

Otorita IKN Edukasi Gaya Hidup Rendah Emisi Lewat Kampanye Jalan Sehat di Nusantara

“Kajian ini menganalisis dampak ekonomi secara komprehensif bukan hanya di KIPP, namun sampai Kalimantan Timur dan Pulau Kalimantan. Analisis dampak pembangunan tahap awal ini selanjutnya harus diperbarui secara periodik dalam upaya kita bersama untuk memahami dampak IKN dan Superhub Ekonomi Nusantara dalam mendukung transformasi ekonomi nasional,” ujar Mia.

Peserta-Ajukan-Pertanyaan-Seminar-Dampak-Ekonomi-IKN
Seorang peserta menyampaikan pertanyaan dalam sesi diskusi Seminar Jumat Belajar “Kupas Tuntas Dampak Ekonomi IKN!” di Kantor Balai Kota Otorita IKN, Jumat (26/6/2026). (Dok. OIKN)

Direktur Perencanaan Ekonomi Makro dan Pengembangan Model Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas, Ibnu Yahya, menilai pembangunan IKN dan Superhub Ekonomi Nusantara berperan mendorong transformasi struktural ekonomi Kalimantan Timur dari yang selama ini bertumpu pada sektor ekstraktif, menuju penguatan hilirisasi dan sektor bernilai tambah.

“Dengan Tri-City Development-nya IKN, dapat menunjukkan hasil signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sejalan dengan analisis dampak ekonomi yang disampaikan oleh Otorita IKN sebelumnya. Ini sangat baik. Untuk itu dengan adanya IKN dan Superhub Ekonomi Nusantara di masa depan, kita berharap dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk bagi wilayah Kalimantan Timur dapat tumbuh sesuai dengan target yang kita harapkan,” ujarnya.

Diskusi turut menghadirkan Pungky Widiaryanto, Direktur Perencanaan Makro Otorita IKN; Azhari Novy Sucipto, Ekonom Senior/Asisten Direktur BI Provinsi Kalimantan Timur; serta Pipit Helly Sorayan, Direktur Statistik Industri BPS RI, sebagai penanggap.

Sabet Penghargaan Internasional di Malaysia, Plaza Seremoni IKN Perkuat Posisi Kota Hutan Berkelanjutan
Baca Juga

Sabet Penghargaan Internasional di Malaysia, Plaza Seremoni IKN Perkuat Posisi Kota Hutan Berkelanjutan

Menutup seminar, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menekankan bahwa pembelajaran mengenai dampak makroekonomi tidak boleh berhenti sebagai kajian akademis semata, melainkan harus diterjemahkan ke dalam program konkret di level mikro oleh seluruh unit organisasi Otorita IKN.

“Hari ini kita belajar makro ekonomi, kita harus ‘membunyikan’ itu pada program-program kita. Terima kasih untuk semua yang hadir dan telah menginisiasi Kupas Tuntas ini, termasuk untuk yang hadir di sini masih nguri-uri dalam memelihara learning organization. Saya percaya, kalau kita berhenti belajar, organisasi yang masih sangat muda ini tidak akan berkembang, teruslah belajar,” tutup Basuki.

(Rudi)