Sel, 11/08/26 · 06.19.46
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Ekonomi

Pembangunan IKN Belum Maksimal Mendongkrak Ekonomi Kaltim, Triwulan II-2026 Hanya Tumbuh 3,35 Persen

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Selasa, 11 Agustus 2026 · 11:321 menit baca
Pembangunan IKN Belum Maksimal Mendongkrak Ekonomi Kaltim, Triwulan II-2026 Hanya Tumbuh 3,35 Persen
Pembangunan IKN terbukti belum maksimal mendongkrak ekonomi Kaltim. BPS catat pertumbuhan ekonomi Kaltim triwulan II-2026 hanya 3,35 persen, di bawah rata-rata nasional. (Dok. OIKN)

Keberadaan megaproyek Ibu Kota Nusantara (IKN) belum mampu memberikan dampak yang signifikan terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Kaltim pada triwulan II-2026 hanya tumbuh 3,35 persen secara tahunan (year on year).

Laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah penyangga IKN tersebut tercatat berada jauh di bawah pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,29 persen pada periode yang sama.

Melonjak Jadi 3,20 Persen, Inflasi Kaltim Juni 2026 Dipicu Sektor Transportasi dan Logistik
Baca Juga

Melonjak Jadi 3,20 Persen, Inflasi Kaltim Juni 2026 Dipicu Sektor Transportasi dan Logistik

Kendati pertumbuhan makro belum melesat, aktivitas pembangunan IKN terdeteksi menjadi penopang utama pada sektor jasa dan akomodasi di Kaltim.

“Dari sisi produksi, lapangan usaha penyedia akomodasi dan makan minum menjadi motor penggerak utama dengan mencatat lonjakan pertumbuhan tertinggi, yakni mencapai 13,79 persen,” kata Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai, Senin, (10/8/2026).

Geliat pariwisata, bisnis perhotelan, dan sektor kuliner di sekitar Kabupaten Penajam Paser Utara terdorong oleh masifnya agenda pembangunan serta mobilitas ke kawasan IKN.

“Sementara dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa berhasil mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 6,72 persen,” ungkap Mas’ud.

Kalimantan Timur Dinilai Layak Mendapat Insentif Fiskal sebagai Daerah Mitra IKN
Baca Juga

Kalimantan Timur Dinilai Layak Mendapat Insentif Fiskal sebagai Daerah Mitra IKN

Secara triwulanan (quarter-to-quarter), ekonomi Kaltim mengalami kenaikan sebesar 2,62 persen yang ditopang oleh percepatan penyerapan anggaran pemerintah terkait infrastruktur. Sektor administrasi pemerintahan mencatatkan pertumbuhan produksi 9,78 persen, sejalan dengan pengeluaran konsumsi pemerintah yang melonjak hingga 20,14 persen.

Secara akumulatif sepanjang semester I-2026, laju ekonomi Kaltim tercatat tumbuh sebesar 3,17 persen (c-to-c). Kapasitas PDRB Kaltim atas dasar harga berlaku (ADHB) menyentuh angka Rp246,66 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan (ADHK) 2010 berada di angka Rp152,92 triliun.

Kaltim pun tetap menjadi tulang punggung utama ekonomi Pulau Borneo dengan menyumbang kontribusi sebesar 46,70 persen terhadap total PDRB regional Kalimantan.

(Dayank Ana)