Sen, 27/07/26 · 04.12.34
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Timur

Hari Mangrove Sedunia 2026: Pemprov Kaltim Tanam 12 Ribu Mangrove, Jaga 239 Ribu Hektar Aset Ekologis

Hendrawan
Hendrawan
Senin, 27 Juli 2026 · 09:232 menit baca
Hari Mangrove Sedunia 2026: Pemprov Kaltim Tanam 12 Ribu Mangrove, Jaga 239 Ribu Hektar Aset Ekologis
Pemprov Kaltim menanam 12.000 bibit mangrove di Pantai Lamaru Balikpapan. Langkah ini bagian dari peringatan Hari Mangrove Sedunia dan pemulihan lahan kritis. (Dok. Adpim Kaltim)

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mempertebal sabuk ekologis kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan menanam 12.000 bibit mangrove di Pantai Lamaru, Balikpapan Timur, Minggu (26/7/2026). Aksi massa ini bukan sekadar seremoni peringatan Hari Mangrove Sedunia, melainkan intervensi krusial untuk menekan laju abrasi sekaligus merawat ratusan ribu hektare benteng alami pesisir yang tersisa di wilayah tersebut.

Penanaman di pesisir Benua Etam ini tidak berdiri sendiri. Kaltim menjadi satu dari 162 titik yang secara serentak memulihkan lahan kritis di 37 provinsi se-Indonesia. Gerakan masif ini merupakan bagian dari inisiatif Kementerian Lingkungan Hidup yang pusat kegiatannya dipusatkan di Bali.

Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kaltim, Muhaimin, yang memimpin langsung jalannya penanaman menegaskan bahwa ekosistem pesisir adalah aset yang tidak tergantikan. Selain menjadi tameng alami dari hantaman gelombang laut, mangrove menopang ketahanan ekonomi warga pesisir hingga berfungsi sebagai penyaring karbon global.

“Kita patut bersyukur karena Indonesia memiliki ekosistem mangrove terluas di dunia, yaitu lebih dari 3,45 juta hektare atau sekitar 23 persen dari total luas mangrove global,” ujar Muhaimin saat membacakan amanat tertulis Menteri Lingkungan Hidup di lokasi penanaman.

Hari Mangrove Sedunia 2026, Kaltim Siapkan Penanaman 2.200 Bibit di Pantai Lamaru
Baca Juga

Hari Mangrove Sedunia 2026, Kaltim Siapkan Penanaman 2.200 Bibit di Pantai Lamaru

Muhaimin menekankan, luasan fantastis tersebut bukan sekadar statistik untuk kebanggaan nasional, melainkan amanah besar. Posisi Indonesia dan Kaltim pada khususnya menjadi sangat strategis dalam menentukan arah keberlanjutan iklim dunia.

Beban ekologis yang dipikul Kaltim memang tidak main-main. Berdasarkan Peta Mangrove Nasional yang disahkan akhir 2025 lalu, provinsi ini memegang kendali penuh atas 239.805 hektare ekosistem mangrove.

Menyadari besarnya tanggung jawab tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kaltim, Joko Istanto, memaparkan bahwa pemulihan pesisir Lamaru tidak dieksekusi secara serampangan. Langkah fisik di atas lahan seluas 1,2 hektar itu dirancang terukur sebagai turunan dari Rencana Aksi Kelompok Kerja Mangrove Daerah (Renaksi-KKMD) Kaltim 2025–2029.

“Total ada 12.000 bibit mangrove yang kami tanam dalam dua etape,” jelas Joko Istanto.

Gelar Gerakan Ikan Murah, Pemkab Berau Tekan Stunting dan Stabilkan Harga
Baca Juga

Gelar Gerakan Ikan Murah, Pemkab Berau Tekan Stunting dan Stabilkan Harga

Ia merinci, et   ape pertama telah berlangsung pada 24–26 Juli dengan menanam 3.200 bibit Rhizophora mucronata. Sementara itu, sisa 8.800 bibit yang terdiri dari 7.800 Rhizophora mucronata dan 1.000 Rhizophora apiculata akan dirampungkan secara bertahap hingga 3 Agustus mendatang.

Lebih dari sekadar intervensi fisik, pemerintah menyadari bahwa pelestarian pesisir tidak akan berdampak panjang tanpa adanya mitigasi di ruang kelas. Karena itu, momentum Hari Mangrove Sedunia ini dikawinkan dengan penguatan ranah edukasi.

Di sela-sela agenda penanaman, Pemprov Kaltim menyerahkan Penghargaan Sekolah Adiwiyata tingkat provinsi kepada 22 satuan pendidikan. Apresiasi ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas konsistensi sekolah-sekolah yang menolak apatis terhadap krisis iklim, serta secara aktif membangun karakter siswa agar peduli pada daya dukung lingkungan di masa depan.

(Hendrawan)