Jum, 07/08/26 · 08.52.32
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Darurat Kabut Asap Karhutla, Kualitas Udara Kubu Raya Sangat Tidak Sehat

Roska Putra
Roska Putra
Jumat, 7 Agustus 2026 · 11:422 menit baca
Darurat Kabut Asap Karhutla, Kualitas Udara Kubu Raya Sangat Tidak Sehat
Pengendara sepeda motor mengenakan masker melintas di depan tugu Kabupaten Kubu Raya yang diselimuti kabut asap tebal pekat akibat karhutla. (Dok. HO/NusantaraPost)

Kualitas udara di Kabupaten Kubu Raya memburuk hingga menyentuh kategori sangat tidak sehat akibat kepungan kabut asap yang dipicu oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Jumat (7/8/26).

Berdasarkan data pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada pukul 07.00 WIB, konsentrasi partikel halus berbahaya atau Particulate Matter (PM2,5) di wilayah tersebut menembus angka 154,3 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Partikel berukuran sangat halus ini berisiko tinggi masuk ke dalam paru-paru dan memicu gangguan saluran pernapasan, iritasi mata, sesak napas, hingga memperburuk kondisi penderita asma.

Karhutla Meluas di Kubu Raya, TNI dan Polri Perkuat Sinergi Pemadaman
Baca Juga

Karhutla Meluas di Kubu Raya, TNI dan Polri Perkuat Sinergi Pemadaman

Merespons memburuknya kualitas udara tersebut, Kapolres Kubu Raya, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Rensa S. Aktadivia, meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan.

Warga diimbau untuk wajib menggunakan masker serta membatasi aktivitas di luar ruangan jika tidak memiliki keperluan yang mendesak guna meminimalisasi paparan asap.

Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) Ade, menyatakan bahwa imbauan ini merupakan langkah antisipatif kepolisian untuk menekan angka warga yang terdampak masalah kesehatan akibat karhutla.

“Berdasarkan data BMKG yang kami pantau pagi ini, kualitas udara di Kabupaten Kubu Raya berada pada kategori sangat tidak sehat dengan konsentrasi PM2,5 mencapai 154,3 mikrogram per meter kubik. Kami mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak ada keperluan mendesak, menggunakan masker saat beraktivitas di luar, serta memberikan perhatian khusus kepada anak-anak, lansia, ibu hamil, dan masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan,” kata Ade.

Lebih lanjut, Ade menyarankan warga yang mulai merasakan keluhan klinis seperti batuk, perih pada mata, atau sesak napas akibat kabut asap untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat agar mendapat penanganan medis.

Tim Gabungan Sekat Area Karhutla Dekat Sekolah di Desa Limbung
Baca Juga

Tim Gabungan Sekat Area Karhutla Dekat Sekolah di Desa Limbung

Di tengah situasi darurat ini, Polres Kubu Raya juga mengingatkan peringatan keras terkait larangan pembukaan lahan dengan cara dibakar. Praktik pembakaran lahan tidak hanya melanggar hukum, tetapi menjadi pemicu utama meluasnya kabut asap yang merugikan kesehatan publik secara massal.

Kepolisian mengajak seluruh elemen masyarakat untuk proaktif mencegah karhutla. Warga diminta segera melapor kepada aparat kepolisian atau instansi terkait apabila menemukan titik api maupun memergoki aktivitas pembakaran lahan.

Penanganan cepat dari petugas dinilai menjadi kunci utama untuk mencegah api meluas sekaligus mempercepat pemulihan kualitas udara di Kubu Raya.

(roska)