Jum, 07/08/26 · 09.24.56
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nusantara

Otorita IKN dan Pemprov Jateng Jajaki Kerja Sama Investasi

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Jumat, 7 Agustus 2026 · 15:231 menit baca
Otorita IKN dan Pemprov Jateng Jajaki Kerja Sama Investasi
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau area pembangunan di kawasan Nusantara, Kamis (6/8/2026). (Dok. OIKN)

Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menerima kunjungan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi beserta jajaran Bupati dan Wakil Bupati se-Jawa Tengah di Kantor Otorita IKN, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Kamis (6/8/2026). Pertemuan tersebut menjadi langkah awal penjajakan kerja sama dan investasi antardaerah dalam mendukung percepatan pembangunan Nusantara.

Dalam audiensi tersebut, Otorita IKN memaparkan skema pembiayaan pembangunan yang ditopang oleh APBN, Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), investasi swasta, hingga hibah.

Hingga awal Agustus 2026, nilai investasi swasta yang masuk ke IKN telah mencapai Rp74,54 triliun dari 67 investor, sementara estimasi proyek melalui skema KPBU menembus angka Rp134,22 triliun.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, serta jajaran Bupati dan Kepala Daerah se-Jawa Tengah berfoto bersama di depan tugu landmark Nusantara.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono berfoto bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi serta jajaran Bupati dan Kepala Daerah se-Jawa Tengah saat meninjau kawasan Ibu Kota Nusantara, Kamis (6/8/2026). (Dok. OIKN)

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyambut terbuka potensi kemitraan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah guna memperkuat ekosistem pembangunan kota politik yang inklusif dan berkelanjutan.

Progres Gedung MK Capai 12,41 Persen, Rombongan Hakim Konstitusi Tinjau Area Yudikatif IKN
Baca Juga

Progres Gedung MK Capai 12,41 Persen, Rombongan Hakim Konstitusi Tinjau Area Yudikatif IKN

“Kami selalu melayani investor yang masuk. Apabila Jawa Tengah menjadi mitra Otorita IKN nantinya akan ada insentif fiskal,” tegas Basuki.

Basuki menambahkan bahwa peluang kerja sama tidak hanya terbatas pada penanaman modal, melainkan mencakup sektor strategis seperti penyediaan barang dan jasa, pengembangan sumber daya manusia (SDM), hingga penguatan ekonomi kreatif dan pariwisata.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengapresiasi peluang kolaborasi tersebut. Menurutnya, model pembangunan Jawa Tengah yang berbasis keterlibatan seluruh pemangku kepentingan akan diterapkan pula dalam mendukung pembangunan Nusantara.

“Kami membangun Jawa Tengah secara kolaboratif dengan merangkul seluruh pemangku kepentingan, termasuk media, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat,” ujar Ahmad Luthfi.

(*Red)