Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Nusantara

Buka KRTI 2026 di IKN, Rektor ITK Soroti Peran Strategis Teknologi Nirawak

Achmad Fatoni
Achmad Fatoni
Senin, 21 September 2026 · 21:551 menit baca
Buka KRTI 2026 di IKN, Rektor ITK Soroti Peran Strategis Teknologi Nirawak
Rektor ITK Prof. Agus Rubiyanto saat memberikan sambutan di pembukaan KRTI 2026. (Dok. IKN Indonesia)

Penyelenggaraan Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2026 di Ibu Kota Nusantara (IKN) dinilai bukan sekadar kompetisi teknologi semata, melainkan menjadi ruang strategis untuk menguji kesiapan generasi muda dalam membangun kemandirian teknologi nasional.

Hal tersebut disampaikan oleh Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Prof. Agus Rubiyanto, saat memberikan sambutan pada pembukaan KRTI 2026 di Gedung Kemenko 3, KIPP IKN, Senin, (21/9/2026).

Menurut Agus, wahana udara nirawak atau drone kini telah bertransformasi menjadi instrumen krusial yang dapat diaplikasikan dalam berbagai sektor nyata, seperti pemetaan, mitigasi bencana, pemantauan lingkungan, logistik, hingga pertanian cerdas.

“Teknologi nirawak ini bukan lagi sekadar alat atau hobi, melainkan instrumen krusial dalam berbagai sektor kehidupan bernegara,” ujar Agus.

Kontes Robot Terbang Indonesia 2026 Digelar di IKN, Institut Teknologi Kalimantan Jadi Tuan Rumah
Baca Juga

Kontes Robot Terbang Indonesia 2026 Digelar di IKN, Institut Teknologi Kalimantan Jadi Tuan Rumah

Ia juga menceritakan gagasan pengembangan sensor pada koridor satwa di IKN guna mendeteksi keberadaan, jumlah, maupun pergerakan satwa yang melintas.

Inisiatif tersebut membuktikan bahwa inovasi teknologi yang lahir di IKN dapat diarahkan langsung untuk mendukung pemantauan kawasan dan lingkungan secara terukur, sekaligus membuka ruang riset lintas bidang bagi perguruan tinggi.

Sebagai perguruan tinggi berbasis sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM) yang berada paling dekat dengan ibu kota negara, ITK siap mengambil peran strategis dalam ekosistem pengembangan talenta dan teknologi.

Agus berharap ajang KRTI 2026 yang mempertemukan 94 tim dari 43 perguruan tinggi ini tidak hanya melahirkan juara di atas kertas, tetapi juga memperkuat jejaring riset dan kolaborasi antarperguruan tinggi di Indonesia.

(Tony)