Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Perkuat Ketahanan Moral, Wagub Kalbar Ajak Perempuan Awasi Penggunaan Gawai

Hendrawan
Hendrawan
Sabtu, 10 Oktober 2026 · 08:192 menit baca
Perkuat Ketahanan Moral, Wagub Kalbar Ajak Perempuan Awasi Penggunaan Gawai
Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan tutup Prayer Gathering Nasional ke-V di Pontianak, tekankan peran ibu bina karakter anak dan bijak berteknologi. (Dok. Adpim Kalbar)

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mendorong kaum perempuan untuk memperkuat ketahanan keluarga serta mengawasi pemanfaatan teknologi pada anak di tengah pesatnya keterbukaan informasi digital. Penegasan tersebut disampaikan pada penutupan Prayer Gathering Nasional ke-V Tahun 2026 di Hotel Orchardz Gajahmada Pontianak, Jumat, (9/10/2026).

Forum lintas daerah tersebut dihadiri Wakil Bupati Landak, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Barat, serta delegasi Jaringan Doa Wanita dari berbagai wilayah di Indonesia.

Apresiasi terhadap kebersamaan seluruh peserta dari berbagai penjuru tanah air diutarakan oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, saat membuka sambutannya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah datang dari berbagai daerah di Indonesia untuk hadir di Kalbar. Walaupun berasal dari daerah yang berbeda, kita dapat berkumpul dalam suasana persaudaraan. Saya berharap kebersamaan ini terus terjaga dan menjadi pengalaman baik yang dibawa kembali ke daerah masing-masing,” ujar Krisantus Kurniawan, Jumat, (9/10/2026).

Lindungi Perempuan dan Anak, Kejati Kalbar Luncurkan Layanan SIKAWAN DAYAK
Baca Juga

Lindungi Perempuan dan Anak, Kejati Kalbar Luncurkan Layanan SIKAWAN DAYAK

Pentingnya menjaga kerukunan serta merawat persatuan di tengah keberagaman suku maupun latar belakang sosial kembali ditekankan dalam arahannya.

“Kita hidup di tengah masyarakat yang beragam. Karena itu, kita harus saling menghormati, menjaga persaudaraan, dan tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk terpecah belah. Kebersamaan harus terus kita rawat,” kata Krisantus Kurniawan.

Posisi sentral kaum ibu dalam membentuk karakter anak sejak usia dini turut disorot sebagai fondasi utama pendidikan moral sebelum anak mengenal lingkungan luar.

“Ibu-ibu memiliki peran yang sangat strategis. Di tangan ibu-ibu, anak-anak pertama kali belajar tentang kehidupan, mengenal kebaikan, membangun karakter, dan memahami bagaimana menghormati orang lain,” tutur Krisantus Kurniawan.

Kejati Kalbar Luncurkan Sikawan Dayak, Jamin Hak Keperdataan Perempuan dan Anak
Baca Juga

Kejati Kalbar Luncurkan Sikawan Dayak, Jamin Hak Keperdataan Perempuan dan Anak

Urgensi pendampingan orang tua dalam menyikapi arus teknologi informasi dipaparkan agar pemanfaatan perangkat digital tidak disalahgunakan oleh generasi muda.

“Teknologi ini memiliki banyak manfaat kalau kita menggunakannya secara bijak. Kita bisa belajar berbagai hal, memperoleh informasi, dan menambah pengetahuan. Tetapi kita juga harus mampu membedakan mana informasi yang benar dan mana yang tidak benar,” jelas Krisantus Kurniawan.

Pengawasan ketat terhadap akses internet dan kepemilikan gawai bagi anak-anak diimbau secara langsung kepada seluruh orang tua guna mengantisipasi paparan informasi keliru.

“Saya berharap para orang tua memperhatikan penggunaan teknologi oleh anak-anak. Dampingi mereka, ajarkan cara menggunakan teknologi untuk hal-hal yang bermanfaat, dan pastikan mereka tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang salah,” imbuh Krisantus Kurniawan.

Rangkaian acara ditutup dengan dorongan agar nilai spiritual, komitmen persaudaraan, dan kecakapan membina keluarga harmonis dapat diterapkan para peserta sekembalinya ke daerah asal masing-masing.

(Hendrawan)