Sen, 29/06/26 · 07.26.41
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Sasar Swasembada, Lahan Gambut Pontianak Utara Dipertahankan Jadi Sentra Hortikultura

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Senin, 29 Juni 2026 · 10:362 menit baca
Sasar Swasembada, Lahan Gambut Pontianak Utara Dipertahankan Jadi Sentra Hortikultura
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono berkomitmen menjaga 370 hektare lahan hortikultura Pontianak Utara dari desakan ekspansi urban dan alih fungsi lahan. (Dok. Prokopim Pontianak)

Pemerintah Kota Pontianak berkomitmen menjaga kawasan pertanian produktif di Pontianak Utara dari desakan alih fungsi lahan perkotaan. Langkah ini krusial demi mempertahankan perannya sebagai wilayah penyuplai utama hasil hortikultura, termasuk komoditas unggulan lidah buaya (aloe vera).

Hal tersebut mengemuka saat Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mendampingi Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, melakukan peninjauan sekaligus panen bersama lidah buaya di kawasan pertanian Pontianak Utara, Minggu (28/6/2026).

Tantangan Ekspansi Urban dan Karakter Lahan Gambut
Edi mengungkapkan, sektor pertanian di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Barat ini menghadapi tantangan besar akibat masifnya pembangunan infrastruktur dan pemukiman yang menggerus ketersediaan lahan. Kendati Pontianak telah berkembang menjadi kota jasa dan perdagangan, keberadaan sektor pertanian perkotaan dinilai tetap memiliki nilai strategis bagi basis ekonomi masyarakat.

“Kita terbatas, karena lahan pertanian di kota ini sudah banyak terbangun. Tapi yang ada di utara ini tetap kita jaga,” kata Edi, yang juga menjabat sebagai Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kota Pontianak.

BMKG Prediksi El Nino Bertahan Hingga 2027, Pemkot Pontianak Perketat Patroli Lahan Gambut
Baca Juga

BMKG Prediksi El Nino Bertahan Hingga 2027, Pemkot Pontianak Perketat Patroli Lahan Gambut

Edi menjelaskan, karakteristik tanah gambut di wilayah Pontianak Utara memiliki kesesuaian ekologis yang tinggi bagi budi daya tanaman hortikultura tertentu. Saat ini, total luasan lahan hortikultura di Kota Pontianak tercatat sekitar 370 hektare, di mana sekitar 12 hektare di antaranya merupakan lahan yang aktif ditanami komoditas lidah buaya.

“Di utara ini lahan gambut dan cocok untuk itu. Sekarang yang ditanam aloe vera ada sekitar 12 hektare. Totalnya ada sekitar 370 hektare untuk hortikultura,” jelas Edi.

Dalam kunjungan kerja tersebut, pihak Kementerian Pertanian turut menyerahkan motivasi kedinasan beserta bantuan peralatan pertanian untuk mengoptimalkan produktivitas para petani lokal di lapangan.

Hari Berkabung Daerah, Wali Kota Pontianak Minta Sejarah Peristiwa Mandor Dirawat
Baca Juga

Hari Berkabung Daerah, Wali Kota Pontianak Minta Sejarah Peristiwa Mandor Dirawat

Kementan Soroti Kepastian Pasar Komoditas
Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, menilai bahwa Kalimantan Barat menyimpan potensi agraria yang masif. Selain berfokus pada agenda strategis nasional seperti program cetak sawah untuk ketahanan pangan padi dan jagung, potensi komoditas hortikultura spesifik daerah juga menjadi perhatian pusat.

Meskipun memuji kualitas perkebunan lidah buaya di Pontianak, Sudaryono memberikan catatan bahwa eskalasi budi daya skala besar harus diimbangi dengan analisis dan kepastian rantai pasok pasar agar nilai ekonominya berdampak nyata pada kesejahteraan petani.

“Di Kota Pontianak ini ada kebun aloe vera atau lidah buaya. Ini saya kira bagus, tinggal kita cek nanti pasarnya ke mana,” ujar Sudaryono.

Sudaryono memastikan bahwa jajaran Kementerian Pertanian siap menyalurkan asistensi dan instrumen pendukung yang dibutuhkan oleh para petani di Kalimantan Barat. Kebijakan ini selaras dengan garis instruksi pemerintahan pusat untuk memperkuat ketahanan pangan nasional secara mandiri.

“Intinya titip kawan-kawan petani semua di Kalimantan Barat. Kalau perlu apa pun, kita siapkan. Visi Presiden jelas, bagaimana swasembada, punya stok produksi pangan yang cukup, dan petani harus sejahtera,” pungkas Sudaryono.

(Dayank Ana)