Realisasi pembangunan proyek perumahan skala kota terpadu seluas 300 hektare oleh PT Ciputra Development Tbk (Ciputra Group) di Ibu Kota Nusantara (IKN) kini berada pada fase penantian kesiapan infrastruktur dasar. Konglomerat properti tersebut menegaskan kesiapannya untuk segera memulai konstruksi fisik begitu akses dan jaringan utilitas utama yang dibangun pemerintah telah menjangkau lokasi proyek.
Hingga Juni 2026, akumulasi investasi swasta dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di IKN telah menembus Rp 72,39 triliun, yang didominasi oleh portofolio swasta murni sebesar Rp 60,29 triliun. Ciputra Group melalui PT Citra Kotabaru Nusantara menjadi salah satu investor utama yang bersiap membangun kawasan terintegrasi yang menggabungkan hunian modern, hotel, lapangan golf, fasilitas Meeting, Incentive, Conference, and Exhibition (MICE), hingga botanical garden.
Menanti Akses ke Wilayah Pengembangan Tahap Dua
Director Ciputra Group, Agussurja Widjaja, mengonfirmasi bahwa proposal teknis dan konsep pengembangan kawasan terpadu tersebut sebenarnya telah lama dimatangkan oleh perusahaan. Namun, titik lokasi pengerjaan berada di Wilayah Perencanaan (WP) 2 atau WP IKN Barat, yang masuk dalam target rencana pembangunan jangka panjang.
“Di IKN, memang beberapa tahun yang lampau kita pernah mengajukan proposal kepada pemerintah, tapi proposal kami itu di area tahap kedua. Tepatnya, berada di Wilayah Perencanaan (WP) 2 atau WP IKN Barat yang infrastrukturnya itu belum sampai ke sana,” kata Agussurja dalam paparan publik di Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2026).
Agussurja menjelaskan, pihak manajemen berkomitmen penuh untuk langsung merealisasikan investasi jumbo tersebut secara bertahap, paralel dengan progres perluasan jalan dan fasilitas penghubung yang dikerjakan oleh pemerintah.
“Jadi waktu kami mengajukan, dan akan mulai membangun kalau infrastrukturnya sudah siap. Dan sampai sekarang karena infrastrukturnya belum sampai ke sana, jadi proyek tersebut belum dimulai,” terangnya.
Komitmen pengerjaan berkala ini merupakan kelanjutan dari kesepakatan awal yang dipaparkan oleh Managing Director PT Ciputra Development Tbk, Budiarsa Sastrawinata, di hadapan Presiden ke-7 RI Joko Widodo dalam agenda “Pre-Market Sounding Proyek IKN” pada 18 Oktober 2022. Komitmen tersebut diperkuat lewat Penandatanganan Kesepakatan Kerja Sama bersama PT Bina Karya (Persero) selaku Badan Usaha Milik Otorita pada 6 Juli 2023.
“Penandatanganan ini merupakan milestone yang sangat berarti bagi kami. Karena akhirnya kami bisa menindaklanjuti konsep pengembangan yang sudah lama kami siapkan untuk diimplementasikan di IKN,” ujar Budiarsa kala itu.
Proyek Rusun ASN Berjalan di Area Infrastruktur Matang
Sementara menanti pembukaan akses di WP IKN Barat, proyek Ciputra Group lainnya yang berada di zona infrastruktur matang dilaporkan siap bergerak maju. Proyek tersebut berupa pembangunan 10 tower rumah susun (rusun) Aparatur Sipil Negara (ASN) dan 20 unit rumah tapak dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Director Ciputra Group, Harun Hajadi, menyatakan bahwa klaster hunian dinas ini ditempatkan pada klaster WP 1 yang daya dukung konektivitas jalannya sudah memadai.
“Kalau proyek KPBU, infrastrukturnya memang sudah siap,” ungkap Harun.
Megaproyek hunian vertikal berkempa KPBU di IKN ini diestimasikan menyerap belanja modal (capital expenditure) fluktuatif yang diperkirakan menyentuh angka Rp 50 triliun untuk target total 166 tower rusun dan 159 rumah tapak.
Konsorsium pengerjaan ini turut melibatkan jajaran pengembang nasional seperti PT Summarecon Agung Tbk (6 tower), PT Perintis Triniti Properti Tbk (8 tower), PT Nindya Karya (8 tower), PT Intiland Development Tbk (109 tower), dan Rockfields.
Sedangkan untuk porsi mitra internasional, proyek strategis ini didukung oleh Citic Construction dari China yang bermitra dengan PT Risjadson Brunsfield Nusantara (60 tower rusun Hankam), serta dua korporasi asal Malaysia, yakni Maxim (10 tower) dan IJM (20 tower).
(Dayank Ana)