Sel, 23/06/26 · 16.33.28
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

PS Store Pontianak Kembali Disorot, Konsumen Keluhkan iPhone Hilang Sinyal Hingga Dugaan Oknum Pegawai Main Barang Black Market

Hendrawan
Hendrawan
Senin, 22 Juni 2026 · 19:501 menit baca
PS Store Pontianak Kembali Disorot, Konsumen Keluhkan iPhone Hilang Sinyal Hingga Dugaan Oknum Pegawai Main Barang Black Market
Jaringan ritel PS Store Pontianak disorot terkait maraknya keluhan konsumen soal sinyal ponsel hilang mendadak serta adanya dugaan keterlibatan oknum internal. (Dok. Hendrawan/Nusantara Post)

Gerai PS Store di di Kota Pontianak, Kalimantan Barat kembali menjadi sorotan setelah sejumlah konsumen mengeluhkan perangkat iPhone yang tiba-tiba kehilangan sinyal pascapembelian. Keluhan ini memunculkan kembali dugaan lama soal peredaran perangkat black market dan second internasional yang IMEI-nya tidak teregistrasi secara resmi, kali ini diperparah dengan rumitnya proses klaim garansi.

Konsumen berinisial (B) mengungkapkan pengalamannya saat melakukan retur perangkat yang rusak. Menurutnya, proses penggantian justru dibebani biaya tambahan sepihak.

“Pas pertama kali rusak atau ilang signal ya, saya memang mendapatkan unit pengganti, tetapi harus menambah uang Rp800 ribu. Padahal saya merasa dirugikan karena handphone yang dibeli sebelumnya mengalami kerusakan,” ungkap (B).

Keluhan serupa juga ramai di media sosial. Seorang warganet bernama Ichal menceritakan pengalamannya saat ponselnya tiba-tiba kehilangan sinyal, padahal ia mengaku telah dijanjikan garansi IMEI seumur hidup saat pembelian.

Alumni Senior IAFT Soroti Hambatan Komunikasi dengan Pengurus Baru
Baca Juga

Alumni Senior IAFT Soroti Hambatan Komunikasi dengan Pengurus Baru

“Bilangnya pas waktu beli garansi IMEI seumur hidup, tapi pas sinyalnya wafat eh gaada tuh yang namanya garansi. Malah disuruh bayar per tiga bulan,” tulisnya.

Di luar keluhan konsumen, isu krusial juga berembus dari ruang operasional toko. Muncul dugaan adanya oknum pegawai internal yang memanfaatkan celah pengawasan untuk meraup keuntungan pribadi.

Oknum tersebut disinyalir “bermain mandiri” dengan cara memasok produk black market dan second internasional yang IMEI-nya tidak teregistrasi secara ilegal dari Batam. Pasokan ini kemudian diduga disisipkan ke dalam ekosistem penjualan PS Store Pontianak tanpa melalui jalur distribusi resmi korporasi.

Tiga Kandidat Daftar Pilcadek Fakultas Teknik Untan, Isu Rotasi Informal Menguat
Baca Juga

Tiga Kandidat Daftar Pilcadek Fakultas Teknik Untan, Isu Rotasi Informal Menguat

Hingga berita ini diterbitkan, tim media Nusantara Post masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak owner PS Store pusat. Gerai tetap terpantau beroperasi seperti biasa, seolah tidak ada persoalan yang perlu ditanggapi.

(Hendrawan)